MARKET

Rekor IPO 2023: Indonesia Peringkat ke-6 di Dunia

Masih ada 30 emiten yang mengantre IPO.

Rekor IPO 2023: Indonesia Peringkat ke-6 di DuniaIlustrasi IPO. (Flickr)
29 December 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Jumlah Initial Public Offering (IPO) Indonesia menduduki peringkat ke-6 secara global dari segi jumlah dengan 79 emiten baru tercatat tahun ini.

Berdasarkan riset EY Global IPO Trends 2023, jumlah IPO secara global mencapai 1.298 IPO. Indonesia hanya berada di bawah Bursa India; Shenzhen, Cina; Shanghai; dan Tokyo.

Dari segi nilai transaksi, Bursa Efek Indonesia berada di posisi ke-9 dengan perolehan dana US$3,6 miliar. “Angka itu setara dengan 3 persen dari nilai emisi IPO global, yakni US$123,3 miliar,” kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman dalam Konferensi Pers Penutupan Perdagangan Pasar Modal 2023, Jumat (29/12).

Saat ini, masih ada 30 calon emiten yang mengantre untuk mencatatkan sahamnya di bursa. Apa saja sektor para calon emiten itu? Berikut ini informasinya.

Daftar sektor calon emiten yang antre IPO

Sampai dengan 29 Desember 2023, mayoritas calon emiten yang sedang menunggu giliran debut saham di BEI datang dari sektor consumer cyclicals (20,0 persen). Lalu disusul oleh sektor perindustrian (16,7 persen) dan teknologi (16,7 persen).

Ada 19 perusahaan dengan aset skala menengah (Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar); 9 perusahaan dengan aset skala besar (di atas Rp250 miliar); dan 2 perusahaan dengan aset skala kecil (di bawah Rp50 miliar).

Adapun, secara mendetail, berikut ini lis sektor calon emiten yang berada dalam pipeline IPO di BEI:

  • 6 perusahaan dari sektor consumer cyclicals.
  • 5 perusahaan dari sektor perindustrian.
  • 5 perusahaan dari sektor teknologi.
  • 4 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals.
  • 3 perusahaan dari sektor basic materials.
  • 3 perusahaan dari sektor infrastruktur.
  • 2 perusahaan dari sektor energi.
  • 1 perusahaan dari sektor properti dan real estate.
  • 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.

Untuk antrean pencatatan obligasi, ada 13 emisi dari 10 penerbit EBUS, yang meliputi: 4 perusahaan dari sektor keuangan, 3 perusahaan dari sektor energi; 2 perusahaan dari sektor basic materials, dan 1 perusahaan dari sektor infrastruktur.

Related Topics