MARKET

Rogoh Rp94,3 M, Emiten Tommy Soeharto Tambah 1 Unit Kapal

Penambahan kapal adalah bagian langkah ekspansi HUMI.

Rogoh Rp94,3 M, Emiten Tommy Soeharto Tambah 1 Unit KapalIPO Rabu, 9 Agustus 2023.
13 November 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), yang terafiliasi dengan Tommy Soeharto, baru saja menambah armada kapal tanker untuk kebutuhan pengangkutan metanol.

Menurut Direktur Utama Humpuss Maritim Internasional, Tirta Hidayat, penambahan 1 unit kapal tanker minyak dan bahan kimia (oil and chemical tanker) itu merupakan realisasi dari target penambahan tiga unit dalam belanja modal tahun 2023. 

Adapun, kapal berkapasitas 8.821 DWT yang bernilai US$6,0 juta (sekitar Rp94,28 miliar) itu sudah diserahterimakan pada Rabu (8/11) di Batam. "Dus, PT PCS Internasional (PCSI) selaku anak usaha HUMI sudah mempunyai 6 unit kapal chemical yang akan mendorong pertumbuhan bisnis perseroan," kata Tirta dalam keterangan resminya, Senin (13/11).

Harapannya, pengadaan kapal itu juga akan menjadi pendorong positif bagi pertumbuhan perseroan, khususnya di bisnis oil & chemical, yang diproyeksikan naik dua kali lipat untuk periode lima tahun ke depan. Dari sisi kinerja, perseroan yakin bisa meraih pertumbuhan laba bersih 20 persen jadi US$13,1 juta pada 2023 ini.

"Tahun ini, lewat transformasi organisasi, HUMI mengutamakan menjaga pertumbuhan konsolidatif. Tapi, melihat tren yang ada saat ini, peningkatan yang begitu signifikan akan didapat dari segmen oil & chemichal," kata Tirta.

Selain itu, penambahan kapal tersebut juga salah satu cara ekspansi HUMI seiring dengan terus naiknya kebutuhan metanol.

Adapun, pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2023 tentang konservasi energi yang mengakibatkan kenaikan permintaan akan bahan bakar nabati. Dalam aturan itu, pemerintah meningkatkan persentase campuran bahan bakar nabati ke Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi 35 persen (B35), dari sebelumnya 30 persen (B30). Sejalan dengan itu, kebutuhan akan metanol turut meningkat sebagai dasar dari bahan bakar nabati. 

Lebih dari itu, HUMI melihat perkembangan industri nikel pun akan mendongkrak permintaan pengangkutan di sektor kimia. Misalnya, kenaikan permintaan atas asam sulfat dan caustic soda yang banyak diperlukan pabrik baterai dan smelter.

Tirta menjelaskan, sektor angkut petrokimia nasional, terkhusus pengangkutan metanol membukukan kinerja positif dalam tiga tahun belakangan ini. Itu berkat kenaikan muatan FAME yang berhubungan dengan kebijakan pemerintah tentang pemakaian B30 yang relatif signifikan.

Related Topics