MARKET

TOWR Kantongi Kredit Rp650 M dari Citi Indonesia

Bagaimana pertumbuhan portofolio kredit Citi Indonesia?

TOWR Kantongi Kredit Rp650 M dari Citi IndonesiaEmiten afiliasi Djarum, PT Sarana Menara Nusantara (TOWR). (Website Sarana Menara Nusantara)
08 September 2022

Jakarta, FORTUNE - Emiten afiliasi Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) baru menerima fasilitas kredit dari Citibank Indonesia sebesar Rp650 miliar. 

Kesepakatan pemberian kredit direalisasikan dengan penandatanganan perjanjian induk fasilitas kredit oleh Citi Indonesia dengan entitas anak TOWR, yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), PT BIT Teknologi Nusantara, dan PT Komet Infra Nusantara pada Agustus lalu.

Manajemen TOWR menyatakan, fasilitas kredit itu akan digunakan sebagai modal kerja oleh entitas anak Sarana Menara Nusantara selama setahun ke depan. Transaksi tersebut bukan bagian dari transaksi material ataupun transaksi benturan kepentingan.

“Kami percaya, dengan kekuatan finansial yang kami punya untuk mendukung klien dalam hal penyediaan infrastruktur telekomunikasi, akan berdampak positif lebih luas bagi masyarakat,” katanya, dikutip Rabu (7/9).

Pertumbuhan portofolio kredit Citi Indonesia

Citi Indonesia/ Dokumen Citi

Hingga semester I 2022, Citi Indonesia membukukan kenaikan 9,8 persen (YoY) jadi Rp43,7 triliun di portofolio kredit. Kontributor utamanya, yakni lini bisnis institutional banking, khususnya di sektor industri manufaktur dan perantara keuangan.

Menurut Managing Director, Head of Corporate and Investment Banking Citi Indonesia, Anthonius Sehonamin, total kredit di lini Institutional Group tumbuh 13 persen (YoY) atau Rp4,1 triliun. Itu berkat kenaikan kredit di segmen perbankan, capital markets and advisory (BCMA), dan lini komersial.

Pertumbuhan itu pun didukung oleh kenaikan tingkat kualitas dana pihak ketiga berkelanjutan sebesar 11,1 persen (YoY); sehingga membuat Loan to Deposit Ratio (LDR) Citi Indonesia mencapai 64 persen. Selain itu, terjadi penurunan gross NPL dari 3,61 persen jadi 2,86 persen secara tahunan.

“Kami terus menyediakan layanan dan solusi end-to-end kepada para klien perusahaan lokal, multinasional, lembaga keuangan, dan sektor publik,” ujar Anthonius.

Fasiilitas pembiayaan TOWR

Ilustrasi Kredit Shutterstock.com/Wolfilser

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.