Telkom Lepas AdMedika ke Fullerton Demi Penuhi Arahan Danantara

Telkom Indonesia melepas seluruh saham AdMedika kepada Fullerton Health Group asal Singapura.
Transaksi dilakukan melalui TelkomMetra dan MDI Ventures.
Akuisisi ini memperluas ekspansi Fullerton Health di Indonesia.
JAKARTA, FORTUNE – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mempercepat perampingan portofolio usahanya dengan melepas seluruh kepemilikan di PT Administrasi Medika (AdMedika) kepada perusahaan layanan kesehatan asal Singapura, Fullerton Health Group.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Telkom memenuhi arahan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) yang mendorong pengurangan jumlah anak usaha BUMN.
Transaksi tersebut dilakukan melalui dua entitas investasi Telkom, yakni PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) dan PT Metra Digital Investama Ventura (MDI).
Keduanya menjual seluruh 452.330 saham AdMedika kepada Global Assistance & Healthcare Singapore Pte. Ltd., anak usaha Fullerton Health Group, pada 2 Juni 2026.
Pelepasan AdMedika menandai langkah Telkom untuk makin berkonsentrasi pada bisnis inti telekomunikasi dan digital. Selama beberapa tahun terakhir, grup Telkom memiliki portofolio investasi cukup luas, termasuk pada sektor kesehatan melalui AdMedika yang dikenal sebagai perusahaan third-party administrator (TPA) layanan kesehatan terbesar di Indonesia.
Direktur Utama TelkomMetra, Pramasaleh Haryo Utomo, mengatakan divestasi tersebut tidak hanya bertujuan membuka nilai investasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun, tetapi juga mendukung agenda transformasi grup Telkom yang kini diarahkan untuk lebih berfokus pada bisnis strategis.
"Kami yakin AdMedika kini berada di tangan yang tepat dan dapat mencapai tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi melalui ekosistem layanan kesehatan yang dimiliki Fullerton Health Group," kata Pramasaleh saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/6).
Ia menambahkan TelkomMetra akan tetap berfokus mencari peluang investasi dengan potensi pertumbuhan tinggi yang sejalan dengan mandat transformasi grup Telkom dan arahan Danantara Indonesia. Perusahaan juga memastikan seluruh proses transaksi dilakukan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku.
Menurut Pramasaleh, dana hasil divestasi akan dialokasikan untuk memperkuat perusahaan-perusahaan portofolio yang mendukung bisnis inti Telkom. Saat ini, TelkomMetra memiliki 15 perusahaan yang menerima investasi langsung serta sekitar 60 perusahaan lainnya melalui berbagai skema usaha patungan.
"Salah satu penggunaan hasil divestasi adalah untuk mengembangkan perusahaan yang menerima investasi yang mendukung bisnis inti TLKM," katanya.
Meski nilai transaksi tidak diungkapkan oleh kedua perusahaan saat konferensi pers, namun laporan keuangan Telkom 2025 menunjukkan aset AdMedika yang diklasifikasikan sebagai aset tersedia untuk dijual mencapai Rp751 miliar.
Dengan total liabilitas Rp466 miliar, nilai aset bersih yang tersedia untuk dijual berkisar Rp285 miliar.
Divestasi ini juga menjadi sinyal nyata implementasi arahan Danantara yang sebelumnya meminta Telkom memangkas hingga 10 anak usaha pada Juni 2026 guna meningkatkan efisiensi, menyederhanakan struktur korporasi, dan mengoptimalkan alokasi modal BUMN.
Dengan melepas bisnis yang berada di luar fokus utama telekomunikasi dan digital, Telkom memperoleh ruang yang lebih besar dalam memperkuat bisnis konektivitas, pusat data, layanan digital, hingga solusi teknologi informasi.
Di sisi lain, akuisisi tersebut memperkuat ekspansi Fullerton Health di Indonesia. Grup layanan kesehatan itu saat ini mengoperasikan hampir 600 fasilitas kesehatan, didukung lebih dari 32.000 penyedia layanan kesehatan, serta melayani lebih dari 8 juta anggota di tujuh negara Asia.
Fullerton Health juga menganggap AdMedika sebagai pintu masuk strategis dalam memperluas layanan kesehatan terintegrasi di Indonesia.
Ke depan, perusahaan itu berencana menghubungkan kapabilitas AdMedika dengan jaringan regional yang dimilikinya di Singapura, Filipina, dan negara-negara Asia lainnya untuk mendukung layanan kesehatan lintas batas serta sistem rujukan spesialis yang lebih luas.
Group Chief Executive Officer dan Executive Director Fullerton Health, Ho Kuen Loon, mengatakan akuisisi tersebut menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pasar Indonesia.
"Dengan bergabungnya AdMedika Group ke dalam grup perusahaan Fullerton Health, kami memperkuat sistem operasional dalam administrasi layanan kesehatan sekaligus memanfaatkan kapabilitas regional grup untuk mendukung kebutuhan layanan kesehatan Indonesia yang terus berkembang," ujarnya.
Usai akuisisi, AdMedika dan TelkoMedika akan tetap beroperasi dengan merek serta manajemen yang ada saat ini. Namun, keduanya akan menjadi bagian dari ekosistem Fullerton Health lebih luas.
















