Jakarta, FORTUNE - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan pendapatan Rp808,07 miliar pada semester I 2026. Pendapatan tersebut ditopang oleh pengerjaan sejumlah proyek konstruksi di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan lini usaha, pendapatan berasal dari jasa konstruksi menjadi kontributor terbesar pendapatan mencapai Rp316,81 miliar, diikuti bisnis beton pracetak (precast) Rp310,30 miliar, serta readymix dan quarry senilai Rp180,95 miliar.
Sejumlah proyek yang berkontribusi terhadap pendapatan WSBP pada periode tersebut mencakup Proyek Tangguh UCC Onshore, pembangunan Gedung KCN Marunda, Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 3 (Cileles–Panimbang) Fase 2 Paket 3, perbaikan Jalan Tol KAPB, pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura, Laboratorium Terpadu Universitas Khairun, hingga Gedung L-SSIT Universitas Udayana.
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, mengatakan seluruh proyek yang dikerjakan perseroan mengedepankan kualitas produk, ketepatan waktu pelaksanaan, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Sehingga menjaga daya saing perusahaan di tengah tantangan industri konstruksi.
"WSBP terus mengoptimalkan kapabilitas operasional melalui peningkatan produktivitas fasilitas produksi, pengendalian biaya, serta optimalisasi pemanfaatan aset dan sumber daya yang dimiliki. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam memperkuat fondasi operasional," ujar Fandy, Rabu (15/7).
Di saaat yang sama, berbagai langkah efisiensi serta peningkatan produktivitas juga terus dijalankan agar operasional perusahaan dapat berjalan lebih efektif serta mendukung penguatan kinerja usaha secara bertahap.
Langkah tersebut menghasilkan penurunan Beban Umum dan Administrasi (BUA) sebesar 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dari Rp191,85 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp161,18 miliar pada semester I 2026.
Ke depan, emiten plat merah ini masih fokus pada penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan, menjaga kualitas produk dan layanan, serta melanjutkan berbagai inisiatif efisiensi secara berkelanjutan.
"Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Perseroan optimistis dapat terus memperkuat kinerja operasional serta menangkap peluang usaha yang mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan," pungkas dia.
