Comscore Tracker
NEWS

Kemenparekraf Ajak Sektor Pariwisata Berkomitmen Turunkan Emisi Karbon

Deklarasi penurunan emisi karbon pun disiapkan.

Kemenparekraf Ajak Sektor Pariwisata Berkomitmen Turunkan Emisi KarbonPantai Kuta di Lombok. Shutterstock//Mazur Travel

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak pelaku pariwisata Indonesia–masyarakat, para pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya–mendeklarasikan komitmen bersama Kemenparekraf dalam menurunkan emisi karbon di sektor pariwisata.

Menurutnya, untuk mencapai net zero emission sesuai Paris Agreement pada tahun 2015, sektor pariwisata wajib mendukung berbagai upaya penurunan emisi dan mensosialisasikan kampanye mitigasi dan adaptasi yang ditetapkan nasional.

Secara garis besar, pengembangan eco-wisata (wisata ramah lingkungan) mempertimbangkan rumusan 3P, yakni Planet, People, dan Prosperity. “Eco-wisata juga butuh kerja sama antara pemerintah dan swasta untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan sebelum terlambat. Pembangunan pariwisata yang tidak memperhatikan lingkungan, akan menjadi ‘bumerang’ bagi industri pariwisata Indonesia ke depan,” katanya dalam webinar ‘Towards Climate Positive Tourism through Decarbonization and Ecotourism’, Rabu (29/6).

Deklarasi komitmen Kemenparekraf

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Rizky Handayani.

Untuk mendukung upaya menurunkan emisi karbon dunia, Kemenparekraf menggandeng sejumlah pihak dalam acara bertajuk ‘Towards Climate Positive Tourism through Decarbonization and Ecotourism’ yang diluncurkan pada 6-7 Juli 2022, di Bali.

“Kami melakukan ini bekerja sama dengan Wise Step, Indecon, Plataran Group, kemudian kami akan menggandeng beberapa daerah sebagai (bagian) pilot project untuk kegiatan ini, serta kami akan mengembangkan platform Jejak.in,” kata Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Rizky Handayani.

Adapun inti acara terbagi menjadi 3 bagian, yakni peluncuran platform carbon calculator penghitung emisi wisatawan di Indonesia, deklarasi seluruh pemangku kepentingan pariwisata untuk mewujudkan net zero di Indonesia, serta penetapan 5 pilot project untuk offsetting pengurangan emisi karbon di Indonesia.

Glasgow Declaration on Climate Action in Tourism

Webinar ‘Towards Climate Positive Tourism through Decarbonization and Ecotourism’, Rabu (29/6).

CEO Wise Step Travel, Matteo Bierschneider, menyampaikan bahwa deklarasi yang akan dilakukan dalam kerja sama dengan Kemenparekraf berdasar pada Glasgow Declaration on Climate Action in Tourism pada COP26 di Glasgow, pada 2021 lalu. “Untuk mengurangi emisi pariwisata setidaknya setengahnya selama dekade ini, dan mencapai emisi nol bersih sesegera mungkin sebelum tahun 2050,” katanya.

Matteo mengatakan, ada lebih dari 500 organisasi dunia yang telah menandatangani Glasgow Declaration on Climate Action in Tourism. “Jadi, kenapa kami mengadakan event ini, untuk ajak teman-teman industri, organisasi, maupun destinasi pariwisata untuk bergabung di sini,” ujarnya.

5 jalur deklarasi

5 Jalur Deklarasi.

Ada beberapa fokus yang diungkap lima jalur deklarasi yang mengacu pada Glasgow Declaration on Climate Action in Tourism. Pertama adalah pengukuran emisi karbon yang dihasilkan oleh sektor pariwisata. Kemudian, fokus pada dekarbonisasi, di mana percepatan dilakukan pada berbagai sektor, mulai dari transportasi, infrastrutur, hingga pengelolaan sampah.

Selanjutnya, regenerasi diharapkan dapat memulihkan dan melindungi ekosistem, mendukung alam untuk menyerap karbon, dan lainnya. Keempat, dengan kolaborasi, diharapkan deklarasi dapat memastikan rencana aksi mitigasi perubahan iklim berjalan efektif dan terkoordinasi dengan baik antar berbagai pihak. Terakhir, jalur keuangan untuk memastikan sumber daya dana kapasitas organisasi cukup untuk memenuhi rencana mengurangi emisi karbon dunia.

“Inilah waktunya sekarang, kita harus benar-benar beraksi, karena proyeksinya sudah diperlihatkan di seluruh dunia, dan kita di kondisi yang nggak terlepas dari situasi ini. Kita sangat tergantung pada alam, dan aset-aset pariwisata  termasuk di dalamnya,” kata Matteo.

Alasan Kemenparekraf kurangi emisi karbon

Rizky mengatakan bahwa Kemenparekraf menyelenggarakan acara ini sebagai bagian dari upaya sektor pariwisata Indonesia untuk berkontribusi lebih aktif lagi dalam mengurangi emisi karbon.

Menurutnya, hal ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sektor pariwisata nasional yang kini tak lagi sekadar berfokus pada target utama jumlah kedatangan wisatawan, melainkan juga pada nilai tambah pariwisata.

“Kami menyadari bahwa belum ada di Indonesia, dari sektor kepariwisataan, yang bergabung bersama-sama untuk terlibat aktif di dalam pengurangan dampak dari emisi karbon,” ujar Rizky dalam paparannya.

Sektor pariwisata menyumbang hingga 8 persen emisi karbon global. “Sepertinya kecil, tapi ini berpengaruh (besar) pada peningkatan iklim,” katanya.

Selain itu, kata Rizky, pasar pariwisata berkelanjutan yang makin meningkat di dunia. Booking.com Sustainable Report mencatat bahwa sebanyak 83 persen insan pariwisata dunia percaya bahwa perjalanan berkelanjutan penting secara global.

“Ke depan, wisatawan akan (memilih untuk) berkunjung ke suatu destinasi yang menerapkan aspek-aspek berkaitan dengan dekarbonisasi,” ujarnya.

Related Articles