Comscore Tracker
NEWS

65% Pekerja Milenial di BUMN Bakal Bawa Perubahan ke Budaya Kerja

Zaman berubah cepat dan penyesuaian perlu dilakukan BUMN.

65% Pekerja Milenial di BUMN Bakal Bawa Perubahan ke Budaya KerjaPekerja Kantoran Saat Jam Makan Siang di Canary Wharf, London. Shutterstock/Viiviien

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Ketua Forum Human Capital Indonesia (FHCI), Alexandra Askandar, menyebutkan bahwa 65 persen milenial menguasai BUMN. Hal ini dinilai mampu membawa perubahan bagi budaya kerja perusahaan BUMN. 

“Saya yakin akan membawa perubahan dan kesehatan di BUMN, baik di segi penerapan budaya, atmosfer yang diciptakan baik dari sisi leadership style, karena milenial punya gaya yang berbeda,” ucap Alexandra dalam keterangan yang diterima, Rabu (8/6).

Menurutnya, hal ini perlu disadari sebagai bagian penyesuaian diri BUMN dengan zaman yang semakin cepat berubah. Terlebi, anak muda adalah generasi inovatif yang dapat membawa perubahan di BUMN untuk dapat menjaga daya saing pasar.

Kesan BUMN yang kaku dan birokratis

BUMN.

Alexandra memahami bila para pekerja BUMN dituntut taat peraturan. Alhasil, pekerja BUMN tak jarang dianggap kaku dan birokratis.

“BUMN itu kaku dan terkesan birokratis mungkin ada benarnya, karena kita yang bekerja di BUMN harus selalu patuh terhadap semua praturan dari A to Z dari regulator, termasuk aturan yang berlaku di sektor terkait,” katanya.

Namun, hal ini bertolak belakang pada gaya kerja para milenial di masa sekarang. Seiring dengan perkembangan teknologi dan gaya kerja milenial, tidak menutup kemungkinan akan mengubah haya kerja di lingkungan BUMN.

Perlunya BUMN beradaptasi

Ilustrasi pekerja

Alexandra juga mengaitkan perlunya adaptasi di BUMN dengan perubahan gaya kerja akibat pandemi Covid-19. Situasi ini mengakselerasi sektor digital dengan sangat pesat sehingga membuat banyak BUMN beradaptasi.

Selain itu, fleksibilitas yang diberikan oleh perusahaan pada sistem kerja dari rumah hingga bekerja dari mana saja, membuat implementasi kebijakan kerja perlu transformasi yang menyeluruh. Namun demikian, hal ini harus tetap relevan dan kompetitif.

Related Topics

Related Articles