Kearney Dorong Kepemimpinan Perempuan Lewat Program IGNITE
- Kearney Indonesia meluncurkan program IGNITE untuk mendorong kepemimpinan perempuan di dunia kerja, terinspirasi dari diskusi Hari Perempuan Internasional 2022.
- Program IGNITE berfokus pada tiga pilar utama—knowledge, connections, dan development—melalui seminar, networking, serta mentoring bersama pemimpin perempuan tingkat C-level.
- IGNITE dijalankan pro bono dengan dukungan mitra strategis dan kini berekspansi ke Thailand sebagai bagian dari upaya memperluas dampak di Asia Tenggara.
Jakarta, FORTUNE - Perempuan di dunia kerja saat ini mengalami peningkatan partisipasi yang signifikan, mencapai 56,63% pada Agustus 2025 di Indonesia. Meskipun kontribusinya besar dalam ekonomi,, namun keberadaannya masih kerap menghadapi tantangan. Hal ini menarik perhatian firma konsultan Kerney.
Presiden Direktur Kearney Indonesia, Shirley Santoso, mendorong peningkatan peran perempuan di dunia kerja melalui program pemberdayaan bertajuk IGNITE. Program yang menerima penghargaan 'Change The World' oleh Fortune Indonesia ini lahir setelah diskusi bersama para pemimpin perempuan Indonesia dalam peringatan International Women's Day pada 2022.
“Kami ingin meng-ignite, menyalakan,” ujar Shirley pada Fortune Indonesia, dikutip Jumat (13/3).
Shirley menyinggung lilin sebagai ilustrasi. Ketika satu lilin menyala, katanya, cahayanya dapat dipakai untuk menyalakan lilin-lilin lain. Jika itu terjadi, terangnya dapat menjadi lebih luas tanpa lilin pertama kehilangan cahayanya sendiri.
Melihat respons positif, Kearney kemudian mengembangkan IGNITE sebagai program jangka panjang untuk mendorong lebih banyak perempuan berpartisipasi dan memimpin di dunia kerja. Menurut Shirley, langkah ini juga didorong oleh masih terbatasnya keterwakilan perempuan di posisi kepemimpinan.
Data internal Kearney menunjukkan partisipasi perempuan di dunia kerja Indonesia masih berada di kisaran menengah, sementara keterwakilan di level direksi dan CEO jauh lebih kecil. “Perempuan di jajaran direksi masih sangat sedikit, apalagi di level CEO,” kata Shirley.
Padahal, riset dari World Bank menunjukkan partisipasi perempuan dalam posisi pengambil keputusan dapat meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Program IGNITE dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu knowledge, connections, dan development. Melalui pilar tersebut, Kearney menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti seminar, sesi networking, hingga mentoring rutin bersama para pemimpin perempuan di tingkat C-level.
Program ini juga dijalankan secara pro bono dengan melibatkan sejumlah mitra strategis seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia, dan International Finance Corporation.
Bagi Kearney, keberlanjutan menjadi fondasi penting dari program ini. IGNITE tidak dirancang hanya untuk berjalan dalam waktu singkat, tetapi diharapkan terus berkembang dalam jangka panjang, bahkan hingga 10 hingga 15 tahun ke depan.
Sejak diluncurkan, IGNITE berkembang pesat dengan melibatkan puluhan perusahaan dan mentor perempuan dari berbagai sektor. Tahun ini, program tersebut juga mulai berekspansi ke Thailand sebagai langkah memperluas dampaknya di kawasan Asia Tenggara.

















