- SD Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat
- SMP AL-Azhar, Jakarta
- McLean High School, Virginia, Amerika Serikat
- Sarjana Political Science, Carleton University, Ottawa, Kanada
- Magister Political Science, Simon Fraser University, Vancouver, Kanada
- Doktor (PhD) International Relations, London School of Economy and Political Science, Inggris.
Profil Dino Patti Djalal yang Kritik Kunjungan Luar Negeri Prabowo

Dino Patti Djalal menarik perhatian publik setelah mengimbau Presiden Prabowo untuk mengurangi frekuensi kunjungan kerja ke luar negeri.
Dino memiliki rekam jejak panjang di Kemenlu dan pernah menjabat Dubes RI untuk AS dan Wakil Menteri Luar Negeri pada 2014.
Ia dikenal sebagai pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) serta penggagas Kongres Diaspora Indonesia.
Jakarta, FORTUNE – Sosok Dino Patti Djalal menjadi perbincangan publik usai dirinya menyampaikan kritik konstruktif kepada Presiden Prabowo Subianto terkait intensitas kunjungan ke luar negeri.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal menilai frekuensi kunjungan kerja presiden ke luar negeri dalam beberapa waktu terakhir perlu dikurangi. Menurutnya, pemerintah perlu lebih memperhatikan respons dan aspirasi masyarakat terkait isu tersebut.
“Sebagai sahabat lama Bapak, saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia, mengimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini,” ujar Dino dalam video di Instagram resminya, Sabtu (30/05).
Pernyataan terbuka itu kembali mengingatkan publik pada profil Dino Patti Djalal serta rekam jejaknya di dunia diplomasi. Sebagai diplomat senior yang pernah menjabat Duta Besar RI untuk Amerika Serikat dan Wakil Menteri Luar Negeri, pandangannya kerap menjadi perhatian.
Table of Content
Profil Dino Patti Djalal
Dino Patti Djalal lahir pada 10 September 1965 di Belgrade, Serbia (sebelumnya bagian dari Yugoslavia). Ia merupakan anak dari diplomat senior sekaligus pakar hukum laut internasional, Prof. Dr. Hasjim Djalal.
Lahir dan besar dalam keluarga diplomat, Dino sudah familier dengan dunia hubungan internasional. Sejak kecil, ia sudah diajak bepergian ke berbagai negara, seperti Singapura, Amerika Serikat, hingga Republik Guinea. Pengalaman tersebut turut membentuk ketertarikannya pada diplomasi hingga ia mengikuti jejak sang ayah.
Latar belakang pendidikan
Dino Patti Djalal menempuh pendidikan di berbagai institusi, baik di Indonesia maupun luar negeri, yang memperkaya wawasan dan keahliannya di bidang hubungan internasional. Berikut profil pendidikan Dino Patti Djalal:
Perjalanan karier
Karier Dino Patti Djalal di bidang diplomasi dimulai pada 1987 saat bergabung dengan Departemen Luar Negeri RI. Sejak itu, ia menempati berbagai posisi strategis, baik di dalam negeri maupun di sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri. Pengalaman panjang tersebut mengantarkannya menjadi salah satu diplomat Indonesia yang paling dikenal di tingkat internasional.
Selama berkarier, Dino pernah bertugas di London, Dili, dan Washington DC. Ia juga menjabat sebagai Direktur Urusan Amerika Utara sebelum dipercaya menjadi Juru Bicara Presiden sekaligus Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk urusan internasional pada periode 2004–2010.
Pada 2010, Dino diangkat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat. Tiga tahun kemudian, ia mengakhiri masa tugasnya sebagai dubes dan pada 2014 dipercaya menjabat Wakil Menteri Luar Negeri RI.
Setelah tidak lagi berada di pemerintahan, ia mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). FPCI adalah organisasi dengan jaringan lebih dari 100 ribu orang dan berfokus pada isu kebijakan luar negeri serta hubungan internasional.
Perjalanan karier Dino Patti Djalal
- 1987: Bergabung dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia.
- 1992–1997: Diplomat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Inggris.
- 1999: Diplomat di KBRI Dili, Timor Timur.
- 2000–2002: Diplomat di KBRI Washington DC, Amerika Serikat.
- 2002–2004: Direktur Urusan Amerika Utara, Kementerian Luar Negeri RI.
- 2004–2010: Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk Urusan Internasional sekaligus Juru Bicara Kepresidenan.
- 2010–2013: Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat.
- Juni–Oktober 2014: Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.
- 2014–sekarang: Pendiri dan Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), serta anggota Dewan Pembina World Resources Institute (WRI) Indonesia.
- 2018–2022: Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia (ADI).
Pencapaian dan prestasi
Profil Dino Patti Djalal tidak bisa dilepaskan dari perannya sebagai juru bicara pemerintah Indonesia dalam referendum Timor Timur yang diselenggarakan PBB pada 1999.
Melalui peran tersebut, namanya mulai dikenal luas oleh publik. Kemampuan komunikasi yang mumpuni dan pemahamannya terhadap isu internasional turut mendorong perkembangan kariernya.
Sepanjang kariernya, Dino aktif mempromosikan Indonesia di berbagai forum internasional. Salah satu pencapaian yang menonjol adalah kontribusinya dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Selain itu, Dino juga dikenal sebagai penggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles. Gagasan tersebut berhasil mempertemukan dan memberdayakan masyarakat Indonesia yang tinggal di berbagai negara, sekaligus memperkuat jaringan diaspora Indonesia di tingkat global.
Karena perannya dalam menggagas dan mengembangkan jaringan diaspora Indonesia di berbagai negara, ia pun kerap dijuluki sebagai “Bapak Diaspora Indonesia.”
Berkat kontribusinya, Dino telah menerima berbagai penghargaan bergengsi. Berikut sejumlah penghargaan untuk Dino Patti Djalal:
- Bintang Jasa Utama dari Presiden Yudhoyono pada tahun 2010.
- Indonesia Marketing Champion dan Marketer of the Year 2012 dari Asosiasi Pemasaran Indonesia, MarkPlus Inc, dan Marketer.
- Bintang Mahaputra Adipradana dari Presiden Yudhoyono pada tahun 2014.
- Penghargaan Antarbudaya untuk Inovasi dari Austria pada tahun 2020.
Di luar aktivitas diplomatik, Dino juga aktif sebagai penulis, pembicara publik, dan pengamat hubungan internasional. Sejumlah buku karyanya mendapat sambutan positif dari pembaca, sementara pandangannya mengenai isu politik luar negeri dan diplomasi sering menjadi rujukan dalam berbagai forum diskusi.
FAQ seputar profil Dino Patti Djalal
| Siapa itu Dino Patti Djalal? | Dino Patti Djalal adalah diplomat senior asal Indonesia dengan rekam jejak puluhan tahun. Ia dikenal luas sebagai penggagas gerakan diaspora global Indonesia. |
| Apa latar belakang Dino Patti Djalal? | Ia merupakan anak dari diplomat senior sekaligus pakar hukum laut internasional, Prof. Dr. Hasjim Djalal. |
| Jabatan Dino Patti Djalal sekarang? | Dino Patti Djalal saat ini aktif sebagai pendiri dan pemimpin lembaga think-tank Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). |
| Apakah Dino Patti Djalal pernah menjadi Menlu? | Dino Patti Djalal tidak pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu), melainkan sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) pada 2014. |


















