Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Jamin Kepastian Berinvestasi, KDM Tegaskan Tak Ada Ruang Premanisme

Jamin Kepastian Berinvestasi, KDM Tegaskan Tak Ada Ruang Premanisme
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Intinya Sih
  • Kang Dedi Mulyadi menegaskan komitmen pemerintah Jawa Barat menjamin kepastian berinvestasi dengan menutup ruang bagi praktik premanisme yang dapat mengganggu iklim usaha di wilayahnya.
  • Pemerintah daerah fokus memperkuat daya saing kawasan industri melalui pembangunan infrastruktur seperti penanganan kemacetan, jembatan baru, dan penataan kawasan sekitar agar lebih nyaman bagi investor.
  • KDM menilai industri alat berat strategis bagi pembangunan nasional serta mendorong masyarakat Karawang ikut dalam rantai pasok industri melalui pelatihan, transfer teknologi, dan peningkatan keterampilan lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Karawang, FORTUNE– Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pemerintah daerah akan menjamin kepastian berinvestasi bagi para pelaku industri di Jawa Barat. Salah satu komitmen tersebut diwujudkan dengan memastikan tidak ada ruang bagi praktik premanisme yang dapat mengganggu iklim usaha.

Pernyataan itu disampaikan Dedi, yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi), saat menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik alat berat milik LiuGong di Karawang, Jawa Barat, Rabu (22/7).

Menurutnya, pemerintah provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Karawang memiliki tanggung jawab mengawal investasi.

"Kewajiban kita adalah menjaga investasi mulai dari proses perizinan sampai industrinya berdiri. Yang kedua, menjaga keamanan investasi," ujar KDM.

Ia menegaskan praktik premanisme maupun berbagai bentuk intimidasi terhadap investor tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak kepercayaan pelaku usaha dan menghambat masuknya investasi baru.

Karena itu, pemerintah daerah bersama aparat TNI dan Polri diminta memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan proyek investasi untuk memperoleh keuntungan melalui tekanan ataupun pemaksaan.

"Tidak boleh melakukan tawar-menawar dengan orang yang memiliki kemampuan daya tekan hanya untuk mendapatkan konsesi. Yang disebut dengan premanisme. Kenapa? Karena ini akan menjadi kebiasaan yang terus-menerus. Akan merepotkan dalam jangka panjang," ujarnya.

Siapkan infrastruktur penunjang

Selain menjamin keamanan investasi, KDM mengatakan pemerintah juga akan memperkuat daya saing kawasan industri melalui pembangunan infrastruktur pendukung.

Beberapa proyek yang menjadi prioritas antara lain penanganan kemacetan di gerbang tol Karawang Barat, pembangunan jembatan baru, serta penataan kawasan di sekitar kawasan industri agar lebih representatif bagi investor.

Menurut mantan bupati Purwakarta itu, kualitas infrastruktur merupakan salah satu faktor penting yang menentukan daya saing suatu kawasan industri.

"Selain keamanan, kawasan industrinya juga harus nyaman sehingga investasi bisa berkembang dengan baik," ujarnya.

Industri alat berat dinilai strategis

KDM menilai kehadiran industri manufaktur alat berat memiliki arti penting bagi pembangunan nasional. Sebab, hampir seluruh proyek strategis membutuhkan dukungan alat berat, mulai dari pembangunan jalan, sektor pertanian, pertambangan hingga perkebunan.

Dengan adanya fasilitas produksi di dalam negeri, ia optimistis harga alat berat akan menjadi lebih kompetitif sehingga dapat menekan biaya investasi maupun biaya produksi pada berbagai sektor.

Menurutnya, investasi manufaktur juga akan memberikan dampak berganda terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan penerimaan pajak, penciptaan lapangan kerja, hingga tumbuhnya aktivitas usaha masyarakat di sekitar kawasan industri.

"Keberadaan industri ini akan memberikan pertumbuhan multiplier effect ekonomi," katanya.

Lebih lanjut, KDM mendorong masyarakat Karawang tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga mengambil peluang sebagai bagian dari rantai pasok industri.

Ia berharap pelaku usaha lokal dapat memasok berbagai kebutuhan industri, mulai dari bahan pangan, jasa, hingga berbagai produk pendukung lainnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memperkuat program pelatihan bagi lulusan SMA dan SMK serta mendorong investor melakukan transfer teknologi kepada tenaga kerja lokal.

Menurutnya, peningkatan keterampilan dan penguasaan teknologi penting agar masyarakat tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga mampu membangun usaha sendiri.

"Ke depan mulai kita berpikir, kita juga menjadi pengusaha, menjadi produsen agar ekonomi Indonesia makin kuat. Karena tidak ada negara yang mengalami kemajuan hanya mengandalkan warganya menjadi pegawai," ujar KDM.

Ia berharap kepastian hukum, keamanan investasi, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat menjadikan Jawa Barat sebagai tujuan utama investasi manufaktur, termasuk industri alat berat dan kendaraan listrik. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More