- Estonia - 72,8
- Singapura - 72,6
- Malaysia - 72,0
- Portugal - 71,6
- Taiwan - 71,4
- Lithuania - 71,0
- Hong Kong - 71,0
- St Kitts & Nevis - 70,3
- Ceko - 69,9
- Malta - 69,8
- Siprus - 69,7
- Bulgaria - 69,7
- Uni Emirat Arab - 69,4
- Georgia - 69,3
- Brunei Darussalam - 69,3
- Selandia Baru - 69,1
- Jepang - 69,1
- Kroasia - 68,9
- Latvia - 68,7
- Kosta Rika - 68,7
20 Negara Terbaik untuk Ditinggali di 2026, Ada Indonesia?

Estonia menempati perikat pertama sebagai negara terbaik untuk ditinggali dengan skor 72,8, disusul Singapura 72,6 dan Malaysia 72,0.
Indonesia berada di peringkat ke-84 dengan skor 62,4 secara global, didukung keterjangkauan biaya hidup.
AS menempati posisi ke-107 dari 192 negara akibat tingginya biaya hidup meski kuat pada pendidikan dan bisnis.
Negara terbaik untuk hidup dan tinggal ternyata bukan berasal dari negara besar, seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, maupun Inggris. Peringkat pertama justru ditempati oleh Estonia dengan skor 72,8 berdasarkan Rumavi Global Relocation Index 2026, dikutip Visual Capitalist.
Singapura menyusul di posisi kedua dan Malaysia berada di urutan ketiga. Lebih lengkap, berikut daftar negara terbaik untuk ditinggali di 2026.
Table of Content
Daftar negara terbaik untuk ditinggali di 2026
Daftar negara terbaik untuk ditinggali pada 2026 mengacu pada pemeringkatan Rumavi yang mencakup 192 negara. Penilaian dilakukan menggunakan 24 indikator dengan skor yang dinormalisasi dalam skala 0–100.
Indikator tersebut terbagi dalam empat pilar utama, yakni keuangan dan pajak, kelayakan hidup dan kesehatan, keamanan dan stabilitas, serta kemudahan menetap dan peluang.
Berdasarkan penilaian itu, sejumlah negara memperoleh skor tertinggi sebagai tempat tinggal. Berikut 20 negara terbaik untuk ditinggali pada 2026 versi Rumavi.
Negara-negara Eropa mendominasi
Estonia menempati peringkat pertama dengan skor tertinggi sebesar 72,8. Negara di Eropa ini unggul di sektor keamanan dan kemudahan menetap. Posisi Estonia juga ditopang oleh penegakan hukum yang kuat, ekosistem perusahaan startup, dan tingkat pengangguran rendah.
Beberapa negara Eropa lainnya juga mendominasi daftar tersebut dengan mengisi separuh dari daftar 20 posisi teratas. Negara-negara Eropa yang masuk jajaran teratas, seperti Portugal, Lithuania, Ceko, Malta, Siprus, Bulgaria, Georgia, Kroasia, dan Latvia.
Sejumlah negara tersebut dikenal memiliki kualitas layanan kesehatan dan tingkat kelayakan hidup yang relatif tinggi. Di negara Eropa Selatan dan Timur, biaya hidup lebih terjangkau dan mengungguli beberapa negara di Eropa Utara dan Barat.
Indonesia berada di peringkat ke-84
Secara global, Indonesia berada di urutan ke-84 dari 192 negara dengan skor 62,4 berdasarkan data Rumavi 2026. Posisinya berada di atas Fiji dengan perolehan sor 62,3.
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menempati peringkat ketujuh dan masih di bawah Singapura dengan rata-rata skor 72,6, Malaysia sebesar 72,0, dan Brunei Darussalam di level 69,4.
Skor Indonesia masuk kategori moderate di kisaran 60–64. Rumavi mencatat keterjangkauan biaya hidup menjadi salah satu keunggulan Utama Indonesia. Skor rata-rata affordability Indonesia mencapai 95,1 dan keterjangkauan hunian 90,0.
Namun, Indonesia mencatatkan nilai lebih rendah pada sejumlah indikator. Misalnya, peluang bisnis hanya 20,0, hak kepemilikan properti bagi warga asing 42,0 dan kualitas udara 45,8.
AS berada di urutan ke-107
Meski dikenal sebagai negara maju, Amerika Serikat berada jauh dari peringkat teratas. Negara tersebut memperoleh skor 60,0 dan menempati peringkat ke-107.
Secara keseluruhan, peringkat AS berada di bawah Kanada dengan skor 66,8 dan Inggris sebesar 65,8. Bahkan, India jauh lebih unggul dengan rata-rata skor 60,6 dan berada di urutan ke-100.
Negara Paman Sam sebenarnya mencatat penilaian kuat dalam sektor pendidikan, peluang bisnis, dan kewirausahaan. Namun, tingginya biaya hidup menekan rata-rata penilaian, terutama pada aspek kesehatan, keamanan, kelayakan hidup, dan stabilitas.
Peringkat yang relatif rendah tersebut tidak memengaruhi posisi AS sebagai tujuan utama pendatang dari berbagai negara untuk tinggal. Pada 2025, ada lebih dari 1,3 juta imigran baru yang tercatat datang dari luar negeri dan tinggal di AS.
Negara di Afrika menempati peringkat bawah
Negara-negara Afrika tercatat mendominasi kelompok terbawah berdasarkan laporan terbaru. Sebanyak 13 dari 20 negara dengan peringkat terendah berasal dari benua tersebut.
Afghanistan menempati urutan terbawah dengan skor paling rendah 39,5. Yemen berada di satu tingkat di atasnya dengan 41,4, sementara Sudan Selatan unggul dengan skor 42,3.
Sebagian besar negara di peringkat rendah menghadapi banyak tantangan, seperti ketidakstabilan politik, lemahnya institusi negara, hingga masalah keamanan dan kesehatan. Ini membuat penilaian kelayakan hidup di sana lebih rendah dibandingkan negara lainnya.
Demikian rincian negara terbaik untuk ditinggali di 2026 berdasarkan pemeringkatan Rumavi. Daftar di atas menggambarkan penilaian umum terhadap kelayakan hidup sebagai tempat untuk tinggal dan membangun kehidupan.
FAQ seputar negara terbaik untuk ditinggali di 2026
Negara mana yang paling enak untuk tinggal? Estonia menempati peringkat pertama sebagai negara terbaik untuk ditinggali di 2026 dengan skor 72,8.
Mengapa Estonia mengguli negara-negara maju lainnya? Estonia memimpin berkait kombinasi skor yang seimbang pada empat pilar utama penilaian. Negara ini unggul di aspek keamanan dan kemudahaan menetap.
Bagaimana posisi Indonesia? Indonesia menempati peringkat ke-84 secara global dengan skor 62,4. Di tingkat ASEAN, Indonesia berada di posisi ketujuh.
Mengapa Amerika Serikat berada di peringkat bawah? Amerika Serikat menempati urutan ke-107 dari 192 negara.



















