Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Temui Mendag Cina, Menko Airlangga Bahas Investasi US$2,5 Miliar

Temui Mendag Cina, Menko Airlangga Bahas Investasi US$2,5 Miliar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dok Tangkapan Layar Zoom
Intinya Sih
5W1H
  • Menko Airlangga bertemu Mendag Cina Wang Wentao di Shanghai membahas penguatan kemitraan ekonomi, termasuk implementasi MoU Two Countries Twin Parks (TCTP) senilai US$2,5 miliar.
  • Airlangga menyoroti perlunya tindak lanjut 30 Nota Kesepahaman menjadi investasi konkret dan mendorong pembentukan joint venture antara pelaku usaha Indonesia dan Cina dalam kerangka TCTP.
  • Indonesia mengusulkan perluasan kawasan mitra TCTP serta mengundang investasi Cina di sektor energi surya hingga 100 gigawatt untuk memperkuat konektivitas dan manfaat ekonomi nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Menteri Perdagangan Cina Wang Wentao di Shanghai untuk membahas penguatan kemitraan antara Indonesia dan Cina. Kedua belah pihak membahas mengenai MoU yang telah ditandatangani yakni Two Countries Twin Parks (TCTP), dengan nilai investasi mencapai US$2,5 miliar.

“Kita membahas mengenai MoU yang sudah ditandatangai antara MOFCOM [Kementerian Perdagangan RRT] dan Kementerian Perekonomian, salah satunya adalah Two Countries Twin Parks (TCTP), di mana perkembangan industri di Batang, diharapkan bisa terus ditingkatkan,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, dikutip Senin (20/7).

Dalam pembahasan tersebut, Airlangga juga mengatakan bahwa terdapat tantangan yang ditemui seperti perusahaan-perusahaan Cina yang beroperasi di luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga ingin mendapatkan fasilitas yang setara dengan yang diberikan di kawasan KEK.

Sementara itu, dalam kerangka TCTP, Indonesia dan Cina telah membangun berbagai kerja sama antara kawasan ekonomi dan industri, pemerintah daerah, serta pelaku usaha kedua negara. Hingga saat ini, sebanyak 30 Nota Kesepahaman telah ditandatangani.

Menko juga menekankan pentingnya menindaklanjuti berbagai nota kesepahaman menjadi proyek investasi yang konkret. Pembentukan joint venture antara pelaku usaha Indonesia dengan RRT juga perlu terus didorong guna mempercepat implementasi berbagai kerja sama dalam kerangka TCTP.

“Berbagai Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret,” ujar Menko Airlangga.

Indonesia mengusulkan perluasan kawasan yang dapat menjadi mitra dalam kerangka TCTP. Perluasan tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama industri, memperkuat konektivitas antar kawasan, serta memperluas manfaat investasi bagi berbagai wilayah di Indonesia.

Pada sektor energi, Menko Airlangga juga mengundang perusahaan Cina untuk meningkatkan partisipasi dan investasi dalam mendukung pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt.

Sebagai informasi tambahan, Indonesia telah menjadi mitra perdagangan utama bagi Indonesia. Pada 2025, total perdagangan Indonesia dan Cina mencapai US$154,6 miliar. Total perdagangan kedua negara menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 7,4 persen selama periode 2021-2025.

Airlangga mengatakan bahwa kondisi tersebut menunjukkan besarnya hubungan ekonomi kedua negara.

Di bidang investasi, Cina juga menjadi salah satu dari tiga sumber penanaman modal asing terbesar di Indonesia. Pada 2025, realisasi investasi Cina mencapai US$8,1 miliar atau sekitar 13 persen dari total investasi asing. Investasi tersebut mayoritas berasal dari sektor industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, serta transportasi dan pergudangan.

“Indonesia sendiri dengan China, trade-nya mencapai tahun lalu mencapai US$160 miliar, yaitu trade terbesar, dan investasi China ke Indonesia tahun kemarin yang langsung dari China adalah US$7 miliar, sedangkan yang melalui Hong Kong US$10 miliar. Jadi ini betul-betul negara strategis bagi Indonesia,” kata Airlangga.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More