Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Purbaya: Anggaran Rekening Massal Tak Sampai Rp11 Triliun

Purbaya: Anggaran Rekening Massal Tak Sampai Rp11 Triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dok Kemenkeu
  • Purbaya Yudhi Sadewa menyebut anggaran pembukaan rekening massal tidak akan mencapai Rp11 triliun.
  • Kebutuhan dana belum pasti karena pemerintah masih menghitung masyarakat yang benar-benar membutuhkan rekening baru.
  • Program diarahkan untuk penyaluran bantuan dan memerlukan penggabungan data kependudukan dengan data perbankan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah pembukaan rekening massal perlu menunggu data siap?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut anggaran yang dibutuhkan untuk program pembukaan rekening secara massal bagi masyarakat tidak akan mencapai Rp11 triliun.

“Tapi saya yakin nggak akan sampai 11 triliun. Nggak sampai 200 juta kali [penerimanya],” kata Purbaya di Jakarta, Kamis (10/9).

Menurutnya, angka Rp11 triliun yang sebelumnya disebut pemerintah masih merupakan perhitungan kasar.

“Waktu rapat di istana hitungannya nggak keluar angka segitu, itu masih hitungan kasar, nanti kita lihat seperti apa,” ujar Purbaya.

Purbaya mengatakan kebutuhan anggaran tersebut belum dapat dipastikan lantaran pemerintah masih menghitung jumlah masyarakat yang benar-benar membutuhkan rekening baru. Pasalnya, masyarakat yang telah memiliki rekening perbankan tidak perlu kembali dibuatkan rekening baru.

“Tapi kalau yang sudah atau yang existing yang punya, misalnya BRI juga, ngapain dia punya 2 rekening? Itu saya nggak tahu. Nanti saya tunggu detailnya,” katanya.

Purbaya menjelaskan program tersebut nantinya diarahkan untuk mempermudah penyaluran bantuan kepada masyarakat. Bagi masyarakat yang baru membuat KTP, misalnya, rekening dapat langsung dibuka sehingga bantuan dapat ditransfer ke rekening tersebut.

“Nanti yang jelas, yang saya tahu pasti adalah nanti kalau orang yang buat KTP langsung dibuka, dibuka langsung rekening, langsung ditransfer uangnya ke situ juga,” katanya.

Program tersebut juga membutuhkan persiapan berupa penggabungan data kependudukan dengan data perbankan. Purbaya mengatakan proses tersebut tidak dapat dilakukan secara instan dan masih membutuhkan waktu.

Dengan demikian, kemungkinan besar bahwa program tersebut akan berlaku pada tahun depan.

Sebelumnya, muncul angka kebutuhan anggaran sekitar Rp11 triliun untuk pembukaan rekening baru dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Angka tersebut dikaitkan dengan rencana pembukaan rekening bagi sekitar 200 juta penduduk.

Airlangga mengatakan WNI yang berusia 17 tahun ke atas saat ini ada sekitar 200 juta orang. Nantinya, saldo dari rekening BRI dan BSI sebesar Rp50 ribu.

Airlangga menyebut, dengan jumlah tersebut, pemerintah menyiapkan sekitar Rp11 triliun.

"200 juta penduduk, atau sekitar Rp11 T lah," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (9/9).

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in News

    See More