Bulog Salurkan 75.000 Ton Beras Premium ke Ritel Modern

- Bulog menyalurkan sekitar 75.000 ton beras premium per bulan ke ritel modern di berbagai kota besar untuk memperluas akses masyarakat perkotaan.
- Distribusi telah menjangkau sejumlah kota dari Jakarta hingga Kupang dan akan diperluas bertahap ke seluruh Indonesia, termasuk melalui pasar tradisional.
- Pemerintah merespons keterbatasan stok dengan mendorong beras premium dan medium ke ritel, membatalkan impor beras pecah, serta menyiapkan operasi pasar dan penyaluran SPHP hingga 1 juta ton.
Jakarta, FORTUNE – Perum Bulog menyalurkan sekitar 75.000 ton beras premium setiap bulan melalui jaringan ritel modern di sejumlah kota besar Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses masyarakat perkotaan terhadap beras premium.
"Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan, memiliki akses yang mudah terhadap beras premium. Karena itu, Bulog terus memperkuat distribusi melalui jaringan ritel modern yang tersebar di berbagai kota,” ujar Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan tertulis, Rabu (9/8).
Penyaluran tersebut telah menjangkau ritel modern di Jakarta, Makassar, Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Semarang, Klaten, Solo, Salatiga, Bandung, Karawang, Subang, hingga Kupang.
Alokasi stok beras premium Bulog dilakukan melalui sejumlah jaringan dan perusahaan ritel, yakni PT Indomarco Prismatama, PT Megah Daya, PT Inti Cakrawala Citra, PT Sumber Aleria Trijaya, PT Lion Super Indo, PT Swalayan Sukses Abadi, PT Matahari Putra Prima, PT Tip Top Supermarket, PT Midi Utama Indonesia, dan PT Hero Retail Nusantara.
Bulog menyatakan distribusi tersebut akan diperluas secara bertahap hingga mencakup seluruh wilayah Indonesia. Perusahaan juga menilai masuknya beras premium ke ritel modern menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam.
Rizal mengatakan ketersediaan beras premium nantinya tidak hanya dijaga di ritel modern, tetapi juga melalui pasar tradisional. "Bulog akan terus memastikan beras tersedia di berbagai kanal perdagangan. Kehadiran kami di ritel modern merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan pilihan dan akses pangan yang semakin luas kepada masyarakat,” katanya.
Perluasan distribusi ini dilakukan ketika stok beras premium di sejumlah ritel modern dilaporkan mulai terbatas dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah pun mendorong masuknya beras pemerintah ke jaringan ritel untuk menjaga ketersediaan di pasar.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah akan mendorong penyaluran beras premium dan medium ke ritel modern. "Beras premium dan medium kita bakal dorong (masuk) ke retail-retail," ungkap Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Senin (7/9).
Selain memperluas distribusi, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan dan harga beras. Salah satunya dengan menghentikan rencana impor beras pecah sebanyak 380.000 ton yang selama ini dilakukan Perum Bulog.
Kementerian Pertanian juga akan menggelar operasi pasar dalam skala besar untuk menekan harga. Di sisi lain, pemerintah berencana meningkatkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga (SPHP) hingga 1 juta ton untuk membantu menjaga daya beli masyarakat.



















