Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Waskita Karya (WSKT) Kantongi Persetujuan Restrukturisasi Obligasi

Waskita Karya (WSKT) Kantongi Persetujuan Restrukturisasi Obligasi
Waskita Karya diambang gulung tikar??
  • Waskita Karya mendapat persetujuan restrukturisasi utang melalui RUPO untuk Obligasi III Tahap IV Tahun 2019.
  • Pemegang obligasi menyetujui seluruh usulan restrukturisasi, termasuk perpanjangan tenor obligasi.
  • Perusahaan menyatakan akan konsisten memenuhi kewajiban tersisa setelah menjalankan MRA yang disepakati 21 bank.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagaimana Anda melihat persetujuan restrukturisasi Waskita?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Waskita Karya (Persero) Tbk mendapat persetujuan restrukturisasi utang melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO). Dalam agenda tersebut, para pemegang obligasi menyetujui seluruh usulan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2019, salah satunya mengenai perpanjangan tenor.

Direktur Keuangan Waskita Karya Wiwi Suprihatno menyatakan, perusahaan akan terus konsisten memenuhi kewajiban yang tersisa. Sebelumnya, Waskita juga telah menjalankan Master Restructuring Agreement (MRA) yang telah disepakati oleh 21 bank.

"Langkah ini sebagai tanggung jawab sekaligus dukungan terhadap mitra yang sudah membantu kami untuk menyelesaikan beragam proyek infrastruktur," ujar Wiwi dalam keterangan resmi, Jumat (4/9).

Sejak akhir 2023 lalu, Perseroan berhasil menurunkan utang sebanyak 20,8 persen. Total nilainya menjadi sebesar Rp66,5 triliun dari sekitar Rp84 triliun.

Waskita sukses pula menurunkan utang vendor past due yang tercatat pada 2022 hingga 97,1 persen dalam kurun waktu sekitar empat tahun, dari Rp2,13 triliun menjadi hanya Rp48 miliar per semester I 2026. Angka itu menunjukkan keseriusan perusahaan dalam membayar kewajiban kepada mitra usaha.

Dengan disetujuinya hasil RUPO maka peluang terbukanya suspensi saham Waskita semakin besar. Perusahaan berkode saham WSKT ini pun berkomitmen memenuhi kewajiban sesuai ketentuan.

Kewajiban atas pajak past due pun telah diselesaikan 100 persen. Dengan begitu per 2024 Waskita Karya tidak lagi memiliki utang pajak past due, sehingga menambah kepercayaan para pemangku kepentingan atau stakeholders.

Dari sisi kinerja keuangan, Waskita mencatat pendapatan usaha sebesar Rp4,92 triliun secara year on year (yoy) pada semester pertama tahun ini. Nilai tersebut melesat 58,49 persen dari periode sama 2025 yang hanya Rp3,1 triliun.

"Peningkatan pendapatan didorong oleh produksi dari proyek Sekolah Rakyat (SR) dan jaringan irigasi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pencapaian ini turut membuktikan restrukturisasi finansial berjalan seiring perbaikan kinerja operasional," jelasnya.

Di tengah proses peningkatan kinerja yang terus berlangsung, Waskita masih dipercaya mengerjakan sejumlah proyek strategis. Tidak hanya SR atau jaringan irigasi, tapi juga bendungan, rumah sakit, LRT Jakarta Fase 1B, hingga Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato di Timor Leste.

Wiwi menyebutkan, Nilai Kontrak Baru (NKB) yang terkumpul sampai Juni 2026 menembus Rp5,1 triliun. Perolehan itu didominasi oleh pekerjaan konektivitas sebanyak 45,6 persen, lalu disusul infrastruktur air sebesar 21,7 persen.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in News

    See More