Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ancam Aktivitas Bisnis, AAUI Beberkan Skema Klaim Asuransi

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ancam Aktivitas Bisnis, AAUI Beberkan Skema Klaim Asuransi
Popmama.com/Putri Syifa N/AI (membersihkan rumah dari abu vulkanik)
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak 4 September 2026 menyebarkan abu vulkanik ke Lampung, Jabodetabek, dan Jawa Barat.
  • Abu vulkanik berpotensi mengganggu transportasi, pariwisata, kegiatan usaha, serta merusak bangunan dan kendaraan.
  • AAUI menyebut perlindungan asuransi bergantung pada cakupan polis, termasuk untuk harta benda, gangguan usaha, perjalanan, dan kendaraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah polis kamu mencakup risiko bencana alam?
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengimbau masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau segera memeriksa cakupan polis asuransi guna meminimalkan potensi kerugian ekonomi. Erupsi yang berlangsung sejak 4 September 2026 ini memuntahkan abu vulkanik hingga wilayah Lampung, Jabodetabek, dan Jawa Barat, sehingga berpotensi mengganggu operasionalisasi bisnis, transportasi, pariwisata, hingga merusak aset bangunan dan kendaraan.

Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menjelaskan dampak keuangan akibat erupsi gunung berapi dapat dialihkan ke instrumen asuransi umum, bergantung pada klausa dan perluasan jaminan yang dimiliki pemegang polis.

Pada sektor properti dan komersial, jaminan property dapat menanggung kerusakan fisik bangunan, mesin, peralatan, maupun persediaan barang, selama risiko letusan gunung berapi tercantum dalam polis. Sementara itu, risiko kerugian finansial akibat terhentinya pengoperasian bisnis dapat dilindungi melalui perluasan jaminan business interruption.

Bagi sektor transportasi dan pariwisata, pemegang polis yang mengalami gangguan perjalanan dapat mengajukan klaim melalui manfaat travel delay, trip cancellation, maupun trip interruption, termasuk penggantian biaya tambahan tertentu.

Di sisi lain, kerusakan moda transportasi atau kendaraan pribadi akibat paparan aktivitas vulkanik dapat dijamin jika polis memiliki perluasan risiko bencana alam.

AAUI menyarankan para pemegang polis terdampak untuk segera menghubungi perusahaan asuransi masing-masing. Guna memperlancar proses verifikasi dan klaim, nasabah diminta menyiapkan dokumen pendukung secara mendetail, meliputi:

  • Foto atau rekaman video kerusakan fisik aset.
  • Bukti kepemilikan aset yang diklaim.
  • Bukti pengeluaran darurat atau biaya perbaikan.
  • Dokumen resmi keterlambatan atau pembatalan perjalanan dari pihak penyedia jasa transportasi.

Mengenai akumulasi nilai kerugian dan total klaim industri, AAUI menyatakan besaran pastinya belum dapat disimpulkan. Angka final baru bisa diproyeksikan setelah seluruh laporan klaim masuk dan melalui tahap asesmen penilai risiko (loss adjuster).

Sebagai langkah antisipasi, AAUI telah menginstruksikan seluruh perusahaan asuransi umum anggota untuk bersiaga menjaga kualitas layanan pemrosesan klaim. Mitigasi dan pengelolaan risiko bencana melalui instrumen asuransi dinilai sangat menentukan dalam menjaga ketahanan finansial serta mempercepat pemulihan aktivitas dunia usaha pascabencana.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in News

    See More