Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Daftar Daerah Penghasil Padi Terbanyak di Indonesia

Daftar Daerah Penghasil Padi Terbanyak di Indonesia
Ilustrasi orang memanen padi (pexels.com/Viewers)

  • Data sementara BPS mencatat produksi padi nasional Januari–April 2026 mencapai 24,33 juta ton.

  • Jawa Timur tercatat sebagai produsen terbesar, diikuti Jawa Tengah dan Jawa Barat dalam tiga posisi teratas.

  • Di luar Jawa, Sulawesi Selatan memimpin produksi, disusul Sumatera Selatan dan Lampung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Indonesia memiliki sejumlah provinsi yang menjadi sentra produksi padi. Berdasarkan data sementara Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi pada Januari hingga April 2026 mencapai 24,33 juta ton secara nasional.

Data sementara Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari-April 2026 menunjukkan adanya variasi produksi padi antarprovinsi. Beberapa provinsi mencatatkan produksi dalam skala besar, sementara provinsi lain memiliki volume produksi yang lebih kecil sesuai dengan luas lahan dan karakteristik wilayahnya.

Lantas, provinsi mana saja yang masuk daftar daerah penghasil padi terbanyak di Indonesia pada 2026? Simak daftar lengkapnya berikut ini.

  1. Daerah penghasil padi terbanyak di Indonesia

    Jika produksi bulanan Januari sampai April 2026 dijumlahkan, terdapat sejumlah provinsi yang menempati posisi teratas dalam produksi padi nasional. Berikut adalah 10 daerah penghasil padi terbanyak berdasarkan akumulasi data sementara BPS bulan Januari-April 2026:

    Tabel daftar provinsi penghasil padi terbanyak

    Peringkat

    Provinsi

    Produksi Januari-April 2026

    1

    Jawa Timur

    5,039,909 ton

    2

    Jawa Tengah

    4,169,353 ton

    3

    Jawa Barat

    3,506,291 ton

    4

    Sulawesi Selatan

    1,890,004 ton

    5

    Sumatera Selatan

    1,641,361 ton

    6

    Lampung

    1,479,957 ton

    7

    Sumatera Utara

    945,023 ton

    8

    Nusa Tenggara Barat

    935,965 ton

    9

    Banten

    816,145 ton

    10

    Aceh

    531,741 ton

  2. Pulau Jawa mendominasi produksi padi nasional

    Tiga provinsi dengan produksi padi terbesar berasal dari Pulau Jawa. Jawa Timur menempati posisi pertama dengan produksi 5.309.909 ton, disusul Jawa Tengah sebanyak 4.169.353 ton dan Jawa Barat 3.506.291 ton.

    Meskipun tiga posisi teratas ditempati provinsi di Pulau Jawa, wilayah di luar Jawa tetap memiliki kontribusi yang cukup besar. Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan produksi tertinggi di luar pulau Jawa, yaitu mencapai 1.890.004 ton pada bulan Januari-April 2026.

    Disusul oleh Sumatera Selatan dengan produksi padi sebesar 1.641.361 ton. Sementara itu, Lampung mencatat hasil produksi padi sebesar 1.479.957 ton. Ketiga daerah tersebut masuk dalam enam besar provinsi dengan produksi padi tertinggi pada periode tersebut.

    Masuknya beberapa provinsi di luar Jawa ke dalam daftar menunjukkan bahwa produksi padi tidak hanya bertumpu pada satu wilayah. Sulawesi Selatan dan sejumlah provinsi di Sumatera serta Nusa Tenggara Barat turut mencatat produksi yang cukup besar pada periode Januari-April 2026.

    Namun, perlu diperhatikan daftar daerah penghasil padi terbanyak di atas menggunakan data sementara untuk periode Januari-April 2026. Artinya, angka produksi yang tercantum belum merupakan data final dan masih dapat mengalami perubahan apabila BPS melakukan pembaruan.

    FAQ seputar daerah penghasil padi terbanyak

    Dimana penghasil padi terbesar di Indonesia?

    Jawa Timur menjadi daerah penghasil padi terbanyak berdasarkan akumulasi produksi Januari-April 2026, dengan total produksi mencapai 5,039,909 ton.

    Provinsi mana yang menjadi penghasil padi terbesar di luar Jawa?

    Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan produksi padi terbesar di luar Jawa. Akumulasi produksinya mencapai 1,890,004 ton pada Januari-April 2026.

    Apakah data produksi padi 2026 sudah final?

    Belum. Data produksi padi Januari-April 2026 yang digunakan dalam artikel ini masih merupakan data sementara BPS, sehingga angka dan peringkat dapat berubah jika ada pembaruan.

Share Article
Editorial Team

Latest in News

See More