Kenapa Kepala BGN Diganti? Ini Alasan Prabowo Copot Dadan Hindayana

Presiden Prabowo mengganti Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya setelah evaluasi 18 bulan terkait pelaksanaan program MBG.
Pemerintah menemukan masalah kedisiplinan dalam penerapan SOP, tata kelola organisasi, serta kualitas makanan MBG yang menjadi dasar keputusan itu.
Setelah pergantian, dilakukan audit internal dan penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN baru.
Jakarta, FORTUNE — Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN bersama dua wakil kepala BGN. Pergantian tersebut diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6).
Perubahan struktur diambil setelah pemerintah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja BGN. Jadi, pergantian pimpinan dilakukan di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo yang dijalankan oleh BGN.
Table of Content
Pemerintah ungkap alasan pergantian Kepala BGN
Pertanyaan kenapa Kepala BGN diganti muncul setelah pemerintah mengumumkan pencopotan Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN. Melalui Mensesneg Prasetyo Hadi, pemerintah menjelaskan keputusan itu merupakan hasil evaluasi selama hampir 18 bulan.
“Selama kurang lebih hampir satu setengah tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.
Menurutnya, selama proses evaluasi terdapat sejumlah catatan yang menjadi bahan pertimbangan Presiden Prabowo sebelum mengganti pimpinan BGN.
“Tentunya selama satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki," jelas Prasetyo.
SOP, tata kelola, dan mutu makanan jadi evaluasi
Pemerintah mengungkapkan beberapa faktor utama yang menjadi alasan pergantian pimpinan BGN. Salah satunya terkait kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan lembaga tersebut. Selain itu, pemerintah juga menyoroti aspek tata kelola organisasi.
“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP,” kata Prasetyo.
Ia melanjutkan, juga terdapat masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola BGN. Selain persoalan SOP dan tata kelola, kualitas makanan MBG turut masuk dalam evaluasi pemerintah.
“Termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” terang Prasetyo.
Evaluasi pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek administrasi, tetapi juga pelaksanaan teknis program MBG yang menjadi tugas utama BGN.
Koordinasi lintas kementerian menjadi sorotan
Selain faktor internal, koordinasi antarinstansi pemerintah disebut menjadi salah satu catatan dalam evaluasi BGN. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, berdasarkan penjelasan yang diterima DPR, terdapat persoalan kerja sama lintas kementerian yang dinilai belum optimal dalam pelaksanaan program MBG.
“Ya tadi kalau mendengar penjelasan dari Menteri Sekretaris Negara ada hal-hal evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini menyangkut tata kelola, dan kemudian kerja sama lintas kementerian yang kemudian dirasa kurang,” ujar Dasco, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (2/6).
Dasco juga menyampaikan Komisi IX DPR telah memberikan berbagai masukan tertulis kepada pemerintah terkait hal-hal yang dinilai perlu diperbaiki di BGN.
“Sebenarnya banyak evaluasi-evaluasi tetapi memang ini masukan-masukan dilakukan langsung kepada pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara, masukan-masukan dari Komisi IX itu dibikin secara tertulis mengenai apa-apa yang kemudian dirasakan perlu diperbaiki dan ditingkatkan di BGN,” katanya.
Pemerintah langsung lakukan audit internal
Usai pergantian pimpinan, pemerintah tengah menjalankan audit internal di BGN. Menurut Prasetyo, audit tersebut merupakan bagian dari proses pengawasan dan evaluasi lembaga tersebut.
"Semua sedang dalam proses audit internal. Itu adalah bagian dari, sekali lagi kami sampaikan, bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus yang kita lakukan," kata Prasetyo.
Ia menegaskan audit dilakukan untuk memastikan BGN dapat menjalankan tugas dan fungsinya sesuai target yang ditetapkan pemerintah.
"Kita memang menghendaki Badan Gizi Nasional dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebaik-baiknya," ujarnya.
Siapa pengganti Dadan Hindayana?
Bersamaan dengan pencopotan Dadan Hindayana, Presiden Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.
Dua posisi Wakil Kepala BGN juga mengalami perubahan. Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN, menggantikan Irjen Pol Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Kepemimpinan baru tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi, mempercepat pelaksanaan program prioritas, serta memastikan MBG berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.
Prasetyo mengatakan pemerintah menyampaikan apresiasi kepada pimpinan lama karena telah membangun fondasi kelembagaan BGN sejak awal pembentukannya.
FAQ seputar kenapa Kepala BGN diganti
| Apakah kepala BGN diganti? | Ya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) resmi diganti. Presiden Prabowo Subianto telah mencopot Dadan Hindayana |
| Mengapa Kepala BGN Dadan Hindayana dicopot? | Karena hasil evaluasi pemerintah menemukan sejumlah catatan terkait SOP, tata kelola, dan kualitas makanan. |
| Siapa kepala BGN baru? | Presiden Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN baru, menggantikan Dadan Hindayana. |
| Apakah ada tindak lanjut setelah pergantian pimpinan BGN? | Pemerintah sedang melakukan audit internal sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi BGN. |


















