Pemerintah Lelang 9 Seri Surat Utang Besok, Bidik Dana Rp32 Triliun
- Pemerintah akan melelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi Rupiah pada 21 Juli 2026 untuk memenuhi sebagian target pembiayaan APBN 2026 senilai Rp32 triliun.
- Lelang dilakukan melalui sistem terbuka Bank Indonesia dengan metode harga beragam, mencakup tiga seri SPN dan enam obligasi negara dengan nilai nominal Rp1 juta per unit.
- Peserta lelang terdiri dari dealer utama seperti bank-bank besar nasional dan internasional, serta lembaga seperti LPS dan Bank Indonesia, dengan mekanisme penawaran kompetitif dan non-kompetitif.
Jakarta, FORTUNE - Pemerintah akan melakukan lelang 9 seri Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2026. Target dana yang dibidik oleh pemerintah adalah sebesar Rp32 triliun.
Lelang tersebut akan dilakukan besok 21 Juli 2026 dan tanggal setelmen ditetapkan 2 hari kemudian, yakni Kamis, 23 Juli 2026.
“Target maksimal adalah 150 persen dari target indikatif [Rp32 triliun],” demikian laporan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, dikutip Senin (20/7).
Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia yang bersifat terbuka, menggunakan metode harga beragam (multiple price).
Dalam lelang tersebut, terdapat 9 SUN yang terbagi menjadi 3 surat pembendaharaan negara (SPN) dan 6 obligasi negara (ON).
Untuk SPN, alokasi pembelian non-kompetitifnya maksimal 99 persen dari pembelian yang dimenangkan. Sementara untuk ON, maksimal pembelian non-kompetitifnya sebesar 30 persen.
Nilai nominal masing-masing SUN adalah Rp1 juta per unit. Kesembilan SUN itu, terdiri dari:
1.SPN01260822 (new issuance)
Jatuh tempo: 22 Agustus 2026
Tingkat kupon: diskonto
2.SPN03261021 (new issuance)
Jatuh tempo: 21 Oktober 2026
Tingkat kupon: diskonto
3.SPN12270722 (new issuance)
Jatuh tempo: 22 Juli 2027
Tingkat kupon: diskonto
4.FR0109 (reopening)
Jatuh tempo: 15 Maret 2031
Tingkat kupon: 5,875 persen
5.FR0108 (reopening)
Jatuh tempo: 15 April 2036
Tingkat kupon: 6,5 persen
6.FR0106 (reopening)
Jatuh tempo: 15 Agustus 2040
Tingkat kupon: 7,125 persen
7.FR0107 (reopening)
Jatuh tempo: 15 Agustus 2045
Tingkat kupon: 7,125 persen
8.FR0102 (reopening)
Jatuh tempo: 15 Juli 2054
Tingkat kupon: 6,875 persen
9.FR0105 (reopening)
Jatuh tempo: 15 Juli 2064
Tingkat kupon: 6,875 persen
Menurut laporan tersebut, peserta lelang terdiri dari dealer utama yakni Citibank Citibank N.A., Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia, Tbk., PT Bank Danamon Indonesia, Tbk., PT Bank Maybank Indonesia, Tbk., PT Bank Mandiri (Persero), Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk., PT Bank OCBC NISP, Tbk., PT Bank Panin, Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk., PT Bank Permata, Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank ANZ Indonesia., Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank N.A., PT. BRI Danareksa Sekuritas, PT. Mandiri Sekuritas, PT. Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk, PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. Selain itu, peserta lelang meliputi Lembaga Penjamin Simpanan dan Bank Indonesia.
Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang. Pemerintah memiliki hak untuk menjual kesembilan seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan.




















