PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

- PLN menyiapkan kontrak pembelian listrik jangka panjang lewat skema PPA untuk mempercepat proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dan mendukung transisi energi bersih nasional.
- Dukungan PLN terhadap PSEL sejalan dengan Perpres No.109/2025, bertujuan memperkuat sistem ketenagalistrikan sekaligus mengatasi masalah sampah perkotaan di berbagai daerah Indonesia.
- Kepastian kontrak jangka panjang meningkatkan minat investor domestik dan asing, menjadikan proyek PSEL sebagai salah satu proyek waste to energy terbesar yang menarik perhatian global.
Jakarta, FORTUNE – PT PLN (Persero) memastikan siap memberikan kepastian pembelian listrik jangka panjang untuk mempercepat pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Melalui skema Power Purchase Agreement (PPA) yang dapat berlangsung lebih dari 30 tahun, PLN berharap proyek waste to energy makin menarik bagi investor sekaligus mempercepat transisi energi bersih di Indonesia.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, mengatakan PLN akan bertindak sebagai offtaker yang menyerap seluruh listrik yang dihasilkan dari proyek PSEL.
"Para mitra tidak perlu khawatir, komitmen jangka panjang PLN sudah teruji di berbagai sektor pembangkit lainnya," kata Suroso dalam keterangannya, Selasa (21/7).
Menurut Suroso, dukungan tersebut sejalan dengan implementasi Peraturan Presiden No.109/2025 yang menjadi landasan percepatan pembangunan PSEL di berbagai daerah.
Ia menilai program tersebut tidak hanya memperkuat sistem ketenagalistrikan nasional, tetapi juga membantu mengatasi persoalan sampah perkotaan yang semakin mendesak.
"Dalam konteks transisi energi dari berbasis termal ke energi baru terbarukan, PSEL menambah portofolio sumber energi kami sekaligus mengatasi darurat sampah. Karena itu, jika perlu program ini diterapkan di semua kota di Indonesia, PLN sangat siap," katanya.
Kepastian skema kontrak jual beli listrik berdurasi panjang menjadi salah satu alasan meningkatnya minat investor terhadap proyek PSEL. Investasi hijau tersebut dinilai menawarkan kepastian arus kas sehingga menarik bagi investor domestik maupun internasional.
Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan antusiasme investor terhadap proyek PSEL sangat tinggi. Menurutnya, banyak lembaga keuangan, termasuk investor asing dan nonbank, berlomba-lomba untuk ikut berinvestasi.
"Alhamdulillah banyak sekali interest baik dari luar negeri dan juga dari dalam negeri, dan ini malah banyak juga nonbank Himbara yang ingin masuk. Artinya semua partisipan semangat masuk ke proyek ini," ujar Pandu.
Ia menyebut secara akumulatif proyek PSEL yang sedang disiapkan pemerintah merupakan salah satu proyek waste to energy terbesar di dunia, sehingga menarik perhatian pelaku investasi global.
"Proyek ini secara akumulatif memang proyek waste to energy terbesar di dunia. Makanya orang yang berpartisipasi investasi semua berlomba-lomba untuk hadir ke sini. Antusiasmenya amat tinggi," ujarnya.


















