Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Purbaya Klaim Stabilitas Ekonomi Terjaga Pada Semester I 2026

Purbaya Klaim Stabilitas Ekonomi Terjaga Pada Semester I 2026
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi (Pexels/Monstera Production)
Intinya Sih
  • Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga pada semester I 2026 berkat sinergi kuat antara kebijakan fiskal, moneter, sektor jasa keuangan, dan penjaminan simpanan.
  • Kinerja APBN menunjukkan hasil solid dengan pendapatan negara tumbuh 21,4 persen dan belanja naik 17,8 persen, sementara defisit diproyeksikan sebesar 2,85 persen terhadap PDB di akhir tahun.
  • Pemerintah mengoptimalkan kebijakan fiskal melalui stimulus ekonomi seperti diskon transportasi, insentif impor LPG dan plastik, serta program prioritas Makan Bergizi Gratis dan pembangunan infrastruktur kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengklaim bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia pada semester I 2026 tetap terjaga di tengah tingginya ketidakpastian global.

"Di tengah tingginya ketidakpastian global, stabilitas sistem keuangan Indonesia pada Semester I 2026 tetap terjaga. Hal ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, sektor jasa keuangan, dan sistem penjaminan simpanan yang terus kami perkuat melalui koordinasi di dalam KSSK," ujar Menkeu dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (21/7).

Menkeu mengatakan bahwa sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor jasa keuangan, dan sistem penjaminan simpanan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari sisi fiskal, Menkeu menjelaskan bahwa anggaran pendapatan dan belanja negeri (APBN) menunjukkan kinerja yang solid, tercermin dari pendapatan negara yang tumbuh 21,4 persen dan belanja negara yang tumbuh 17,8 persen.

Keseimbangan primer tetap mencatat surplus, sementara defisit APBN diproyeksikan mencapai 2,85 persen terhadap PDB pada akhir tahun.

Untuk memperkuat ketahanan ekonomi, pemerintah terus mengoptimalkan berbagai kebijakan fiskal, seperti penempatan uang negara pada bank umum sesuai kondisi likuiditas pasar, penguatan fungsi APBN dalam menjaga stabilitas harga BBM dan pangan, serta pemberian paket stimulus untuk mendukung keberlanjutan dunia usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Stimulus tersebut mencakup diskon transportasi, insentif impor LPG dan plastik, relaksasi iuran JKK dan JKM, dukungan bagi sektor pariwisata dan industri padatkarya, serta program magang dan vokasi.

Di samping itu, Menkeu mengatakan APBN diarahkan untuk membiayai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, revilatisasi rumah sakit, hingga pembangunan infrastruktur kesehatan.

Ke depan, KSSK akan terus memperkuat sinergi kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan.

“KSSK akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko global maupun domestik. Melalui koordinasi yang erat antar lembaga, kami memastikan setiap kebijakan saling memperkuat sehingga stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Menkeu

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More