Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Danantara Sasar Pupuk Indonesia dan PLN untuk Perampingan

Danantara Sasar Pupuk Indonesia dan PLN untuk Perampingan
Rapat Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria dengan Direksi PT PLN (Persero), Selasa (2/6). (Dok. BP BUMN)
Intinya Sih
  • Danantara mempercepat program perampingan BUMN dengan fokus pada Pupuk Indonesia dan PLN untuk menyederhanakan struktur usaha serta meningkatkan efisiensi dan fokus bisnis inti.
  • Pupuk Indonesia akan memangkas entitas dari 57 menjadi 15 hingga 2027 melalui pembentukan tiga subholding utama: Agrichemical, Industrial Chemical, dan Clean Ammonia guna memperkuat daya saing industri pupuk.
  • PLN menargetkan pengurangan entitas dari 44 menjadi 23 hingga 2028 sambil menjalankan RUPTL 2025–2034 yang telah mengeksekusi sekitar 1.634 proyek guna memperkuat sistem kelistrikan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia mulai mengakselerasi agenda perampingan sejumlah perusahaan pelat merah.

Dua raksasa BUMN, yakni PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT PLN (Persero), menjadi fokus transformasi melalui program streamlining yang bertujuan menyederhanakan struktur usaha, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat fokus bisnis inti.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dalam beberapa pertemuan terpisah dengan jajaran direksi kedua perusahaan, menegaskan bahwa penyederhanaan struktur korporasi menjadi bagian penting dari agenda besar reformasi BUMN yang tengah dijalankan pemerintah.

Di sektor pupuk, Pupuk Indonesia menargetkan pengurangan jumlah entitas secara signifikan. Dari 57 pada 2025, jumlahnya akan dipangkas menjadi 17 pada akhir 2026. Kemudian, tahun depan jumlah tersebut akan kembali dipangkas menjadi 15.

Transformasi akan dibangun di atas tiga subholding utama, yakni agrichemical, industrial chemical, dan clean ammonia. Ketiga lini bisnis tersebut nantinya akan didukung oleh Feedstock Co. yang bertugas mengelola pasokan bahan baku strategis bagi grup usaha.

Dony mengatakan penyederhanaan organisasi diperlukan agar perusahaan dapat lebih fokus menjalankan bisnis inti sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan korporasi.

“Penyederhanaan entitas akan memperkuat fokus bisnis dan meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan,” kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6).

Melalui struktur yang lebih ramping, Pupuk Indonesia diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat sinergi antaranak usaha, serta mengoptimalkan pengelolaan aset dan sumber daya perusahaan. Langkah tersebut juga dinilai penting dalam memperkuat daya saing perusahaan di industri pupuk dan petrokimia yang semakin kompetitif.

Sementara itu, transformasi serupa juga tengah dijalankan PLN. Dalam pertemuan dengan Danantara, perseroan memaparkan progres program streamlining yang mencakup konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, hingga penyederhanaan struktur usaha.

PLN menargetkan jumlah entitas usaha dapat dipangkas dari 44 entitas menjadi 23 entitas hingga 2028. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menciptakan struktur bisnis yang lebih fokus dan terintegrasi.

“Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional,” kata Dony.

Selain membahas perampingan organisasi, PLN juga melaporkan perkembangan implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Dari total proyek yang direncanakan, sekitar 1.634 proyek atau hampir 40 persen telah memasuki tahap eksekusi. Capaian tersebut mencakup pembangunan pembangkit listrik, jaringan transmisi, hingga gardu induk yang dibutuhkan untuk memenuhi pertumbuhan permintaan energi nasional.

Pertemuan tersebut juga menyoroti langkah penguatan sistem kelistrikan pascagangguan yang sempat terjadi di Sumatra.

PLN tengah menyiapkan sejumlah proyek strategis, termasuk pembangunan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, dan 150 kV serta penambahan kapasitas pembangkit untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana

Related Articles

See More