Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Sri Mulyani Jadi Dewan Direksi Gates Foundation, Yayasan Milik Bill Gates

WhatsApp Image 2025-09-09 at 11.12.38.jpeg
Mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati. (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Jakarta, FORTUNE - Mantan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati resmi dipercaya menjadi anggota Dewan Direksi Gates Foundation, lembaga filantropi yang didirikan oleh pendiri Microsoft, Bill Gates. Penunjukan ini diharapkan dapat memperkaya perspektif yayasan dalam memperkuat tata kelola dan menjalankan misinya.

“Sri Mulyani memiliki pengalaman dalam membentuk ekonomi yang adil-keahlian, (itu) sangat penting untuk mencapai tujuan jangka Panjang Yayasan,” kata CEO sekaligus Anggota Dewan Pengurus Gates Foundation, Mark Suzman, dikutip dari laman resmi yayasan, Selasa (13/1).

Tahun lalu, Bill Gates sebagai Ketua Gates Foundation menyatakan komitmen besar untuk menghabiskan dana abadi yayasan dalam 20 tahun ke depan demi tiga fokus utama, yakni mencegah kematian ibu dan bayi, melindungi generasi mendatang dari penyakit menular mematikan, serta mengangkat jutaan orang dari kemiskinan menuju kesejahteraan.

“Kepemimpinan (Sri Mulyani) akan membantu memastikan sumber daya kami terus digunakan untuk memperluas kesempatan, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan meningkatkan hasil bagi masyarakat di seluruh dunia,” ujar Suzman.

Sri Mulyani mengaku bangga bisa bergabung dengan jajaran dewan Gates Foundation dan ambil bagian dalam fase penting yang penuh tantangan sekaligus peluang. Ia juga menyoroti rekam jejak yayasan yang selama dua dekade terakhir telah memberi dampak luas bagi kelompok masyarakat paling rentan.

“Dengan pengalaman 20 tahun memberikan dampak sebesar-besarnya bagi kehidupan mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat bergabung dengan dewan Gates Foundation guna berkontribusi pada momen penting yang penuh tantangan sekaligus peluang ini,” kata Sri Mulyani.

Ia menambahkan, kolaborasinya dengan yayasan ini sejatinya telah terjalin hampir sepuluh tahun lalu, saat kedua pihak mengeksplorasi pemanfaatan teknologi baru untuk memperluas kesempatan serta mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Saya sangat termotivasi untuk membawa pengalaman saya di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi dan tata kelola yang baik ke dalam upaya-upaya penting ini untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan taraf hidup,” ujarnya.

Dalam struktur dewan, Sri Mulyani akan bekerja bersama Ashish Dhawan, Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J Tierney, Mark Suzman, dan Bill Gates. Sementara itu, Baroness Nemat (Minouche) Shafik tengah mengambil cuti karena menjalankan peran sebagai kepala penasihat ekonomi Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer.

Pada kesempatan yang sama, Gates Foundation juga mengumumkan pembentukan Divisi Kantor Afrika dan India (Africa and India Office/AIO). Unit baru ini akan dipimpin Ankur Vora sebagai Presiden AIO, selain perannya sebagai kepala strategi yayasan.

Divisi tersebut mengonsolidasikan seluruh kantor Gates Foundation di Afrika dan India untuk memperkuat suara kawasan dan negara dalam perumusan strategi, penetapan prioritas, serta pelaksanaan program.

Vora, yang bergabung dengan yayasan sejak 2013, selama ini memberi masukan kepada ketua dan CEO Gates Foundation mengenai fokus investasi dan arah jangka panjang, termasuk peta jalan menuju penutupan yayasan pada 2045. Ke depan, ia juga akan mengawasi kantor-kantor perwakilan di Afrika dan India, bekerja sama dengan para pemimpin regional seperti Paulin Basinga, Direktur Afrika, serta Archna Vyas, Direktur Kantor Perwakilan India.

“Yayasan terus meningkatkan dampaknya hingga 2045, Divisi Kantor Afrika dan India yang baru ini mencerminkan peran sentral yang dimainkan wilayah-wilayah ini dalam memajukan misi kami dan pentingnya memastikan bahwa perspektif negara terus membentuk strategi, prioritas, dan bagaimana sumber daya dialokasikan,” kata Vora.

Di kawasan Asia dan Afrika, Gates Foundation bermitra dengan LSM, sektor swasta, inovator, komunitas lokal, serta pemerintah nasional dan daerah untuk mendorong agenda kesehatan dan pembangunan. Kehadiran yayasan di Afrika dimulai sejak 2012 dan kini menjangkau lima negara, yakni Etiopia, Kenya, Nigeria, Senegal, dan Afrika Selatan. Sementara kantor India telah beroperasi di Delhi sejak 2003 dan mencakup berbagai negara bagian.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in News

See More

Sri Mulyani Jadi Dewan Direksi Gates Foundation, Yayasan Milik Bill Gates

13 Jan 2026, 15:18 WIBNews