Jakarta, FORTUNE – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengingatkan Presiden Prabowo Subianto mengenai potensi fenomena iklim, El Nino, yang dapat berlanjut hingga kuartal I-2027. Kondisi tersebut berisiko mengganggu produksi pertanian, ketersediaan pangan, hingga stabilitas harga bahan pokok, terutama jika musim hujan datang lebih lambat dari kondisi normal.
Peringatan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10). DEN juga meminta pemerintah bersiap menghadapi potensi La Nina yang dapat meningkatkan risiko banjir pada pertengahan tahun depan.
Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan pihaknya telah menyampaikan pentingnya mencermati perkembangan kondisi iklim berdasarkan data dan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurut dia, perubahan pola cuaca perlu diantisipasi melalui perencanaan matang, terutama dalam menentukan waktu tanam dan memastikan ketersediaan pangan nasional.
Dalam hematnya, pemerintah perlu menyiapkan langkah cadangan demi menghadapi risiko bencana alam yang dapat diperkirakan, meskipun tidak sepenuhnya dapat dikendalikan. Persiapan tersebut mencakup penentuan waktu tanam dan berbagai langkah mitigasi sesuai dengan kondisi wilayah.
“Karena itu masalah alam. Tapi bisa diprediksi bakal terjadi, terus apa langkah-langkah kita. Misalnya tadi untuk penyiapan pangan, kapan mungkin menanam mulai, dan seterusnya,” kata Luhut seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden..
Wakil Ketua DEN, Marie Elka Pangestu, mengatakan fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga kuartal pertama 2027 dan berpotensi disusul La Nina pada pertengahan tahun depan. Karena itu, pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan dengan memanfaatkan data cuaca demi memetakan wilayah yang berisiko mengalami kekeringan, banjir, maupun bencana lainnya.
“Kami menyarankan menggunakan data dengan baik untuk mengidentifikasi titik-titik yang akan mengalami kekeringan dan di situ harus ada antisipasi dari segi pompa, penggunaan pompa yang tepat, kapan harus tanam, mungkin harus ditunda misalnya karena kekeringan dan juga mengantisipasi banjir dan kemungkinan dampak bencana,” ujar Marie.
