Jakarta, FORTUNE — Kompetisi inovasi teknologi iklim Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) kembali hadir untuk edisi keempat dengan peningkatan total hadiah menjadi Rp15 miliar, naik Rp5 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Ajang ini digagas oleh East Ventures bersama Temasek Foundation, dan tahun ini turut menggandeng Tencent sebagai mitra baru.
Selain hadiah utama, penyelenggara juga menawarkan insentif tambahan berupa kredit karbon pra-pembelian senilai US$1 juta bagi finalis terpilih. Skema ini ditujukan untuk mempercepat implementasi solusi inovatif dalam mengatasi tantangan perubahan iklim.
Partner East Ventures, Avina Sugiarto, mengatakan CIIC telah berkembang menjadi platform penting yang mempertemukan inovator, investor, dan pelaku industri untuk mendorong adopsi teknologi iklim. “Dengan menyatukan para founder, investor, dan mitra ekosistem, kami memiliki tujuan untuk mempercepat pengembangan dan adopsi teknologi iklim yang dapat menciptakan dampak yang bermakna dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi (8/4).
Hal senada disampaikan Head of Climate & Liveability Temasek Foundation, Heng Li Lang. Ia menilai CIIC telah menjadi katalis bagi inovasi keberlanjutan di Indonesia dan Asia. Dengan peningkatan nilai hadiah dan dukungan mitra baru, pihaknya berharap lebih banyak solusi berdampak dapat diakselerasi.
Sementara itu, Vice President of Sustainable Social Value Tencent, Xu Hao, menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung inovasi iklim melalui teknologi. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem inovasi yang tangguh dan inklusif.
