Comscore Tracker
NEWS

Harga BBM Naik, Tarif Taksi, Ojol, dan Angkutan Umum Menyesuaikan

Pemerintah naikkan harga BBM bersubsidi Solar dan Pertalite.

Harga BBM Naik, Tarif Taksi, Ojol, dan Angkutan Umum MenyesuaikanANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar subsidi dan Pertamax resmi naik pada Sabtu (3/9). Harga Pertalite naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter. Kemudian harga Solar subsidi juga naik dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter. 

Secara historis, kenaikan harga juga dipastikan bakal mempengaruhi sejumlah sektor bisnis, baik secara langsung maupun tak langsung. Salah satunya adalah bisnis transportasi berbasis angkutan darat.

Ketua Umum Organisasi Angkutan Darat (Organda) Adrianto Djokosoetono mengatakan sebagai imbas penyesuaian harga BBM, maka tarif angkutan darat dapat naik bervariasi antara 5 persen sampai 15 persen bergantung jenis angkutannya.

Dia menilai, sebagian jenis angkutan yang tidak diatur pemerintah dapat langsung melakukan penyesuaian tarif. Namun, jenis angkutan yang masih diatur pemerintah tentu harus sigap berkoordinasi agar ada perubahan tarif pada jenis angkutan tersebut.

“Dengan kenaikan tarif BBM subsidi, diminta agar pemerintah menjamin pasokan dan kelancaran pasokan BBM merata di seluruh Indonesia tidak terkecuali,” ujarnya dalam keterangan, Minggu (4/9).

Tarif taksi ikut naik

Merespons kenaikan harga BBM, PT Blue Bird Tbk menyiapkan tarif baru untuk layanan taksi. Direktur Utama Bluebird, Sigit Djokosoetono, mengatakan pihaknya memastikan kebijakan kenaikan tarif yang diambil oleh perseroan akan memperhatikan prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan daya beli konsumen.

Selain memperhatikan daya beli konsumen, Sigit menjelaskan pihaknya juga menempatkan kesejahteraan pengemudi yang merupakan salah satu pemangku kepentingan sebagai dasar pertimbangan terpenting terhadap strategi operasional dan kebijakan perseroan.

"Blue Bird saat ini tengah merampungkan skenario perhitungan tarif taksi yang baru dan kami akan mengumumkan kebijakan tarif baru dalam beberapa waktu ke depan," kata Sigit melalui keterangan tertulis, Minggu (4/9).

Sigit menyebut dengan adanya kenaikan harga BBM biasanya sedikit mempengaruhi tren permintaan pelanggan. Namun demkian, Bluebird mengharapkan koreksi permintaan terjadi dalam beberapa minggu setelah masa penyesuaian tarif.

Ojek online juga akan menyesuaikan

Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia meminta pemerintah menyesuaikan tarif secara nasional. Igun Wicaksono selaku ketua umum menyatakan permintaan itu menanggapi kenaikan harga BBM.

"Pemerintah pusat dapat membuat regulasi agar mengenai tarif ojek online dapat diberikan wewenangnya kepada pemerintah daerah/provinsi dengan melibatkan stakeholder daerah serta Asosiasi Pengemudi Ojek Online tingkat Daerah yang berbadan hukum resmi negara," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (4/9).

Penyesuaian tarif ojek online sudah dua kali ditunda oleh Kementerian Perhubungan. Rencana kenaikan tarif ini merupakan implementasi Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

Related Articles