Comscore Tracker
NEWS

Plakat Penghargaan Swasembada IRRI untuk Jokowi Buatan Kementan

Plakat diterima karena dianggap sukses swasembada beras.

Plakat Penghargaan Swasembada IRRI untuk Jokowi Buatan KementanPresiden Joko Widodo saat sambutan setelah menerima Certificate of Acknowledgement dari Institut Penelitian Padi Internasional (IRRI) atas keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras di Istana Negara, Minggu (14/8). (Dok. BPMI Setpres)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Ketua Komisi IV DPR, Sudin, mengungkapkan plakat dari International Rice Research Institute (IRRI) yang diberikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan buatan Kementerian Pertanian (Kementan).

“Presiden dapat penghargaan IRRI yang buat plakat siapa? ” kata Sudin saat rapat kerja dengan Kementan, Rabu (31/8).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, mengaku plakat tersebut dibuat oleh Kementan dengan mengacu pada sertifikat penghargaan dari IRRI.

“Jadi, dari sertifikat kami convert ke plakat. Kami yang buat plakatnya,” jawab Kasdi.

Sudin mengungkapkan harga plakat yang dibuat oleh Kementan mencapai Rp8 juta.

Pada 14 Agustus 2022, Jokowi menerima plakat dari IRRI atas keberhasilan Indonesia dalam melakukan swasembada beras. Terhitung sejak 2019 Indonesia tidak lagi mengimpor beras konsumsi.

IRRI menilai Indonesia mencapai swasembada karena mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lebih dari 20 persen. Produksi beras nasional dari 2019 konsisten mencapai 31,3 juta ton, dan berdasarkan hitungan BPS jumlah stok akhir pada April 2022 tertinggi pada 10,2 juta ton.

Melihat data Kementerian Perdagangan yang bersumber dari Perum Bulog dan PT Food Station Cipinang, stok indikatif beras per 23 Agustus 2022 mencapai 1.046.237 ton dengan ketahanan 13,4 bulan.

Penjelasan IRRI terkait plakat

Presiden Jokowi menerima penghargaan dari Dirjen IRRI, di Istana Negara, Minggu (14/8).

Perwakilan IRRI untuk Indonesia, Hasil Sembiring, mengatakan pembuatan plakat sudah melalui mekanisme panjang. Hasilnya, IRRI memutuskan untuk membuat plakat di Indonesia karena mempertimbangkan efisiensi dan mengonversinya melalui sertifikat plakat.

"Saya tidak mengerti apa yang diributkan DPR (Sudin PDIP). Saya perlu kasih tahu bahwa diskusi pembuatan sertifikat ini prosesnya berbulan-bulan dan sudah melalui pertemuan berkali-kali. Bahkan terkhir Dirjen IRRI, Jean Balie, diskusi langsung dengan Pak Menteri (Syahrul Yasin Limpo)," kata Hasil lewat keterangan tertulis, Kamis (1/9).

Berikutnya, kata Hasil, pembuatan plakat di Indonesia juga didasari pada kondisi dunia yang saat ini mengalami pandemi. Atas berbagai pertimbangan tersebut, IRRI membuat plakat sertifikat di Indonesia.

"Mengingat dari sisi waktu dan praktisnya, maka kita buat di Indonesia," ujarnya.

Rombongan IRRI, termasuk Jean Balie, menginap di hotel Jakarta dengan membayar sendiri. Bukan hanya itu saja. Untuk tiket pesawat hingga tes PCR pun mereka merogoh kocek sendiri.

"Hanya mobil saja yang dipinjamkan karena menghormati sebagai tamu. Apalagi beliau diundang jadi rasanya sangat tidak layak jika Indonesia tidak memberi fasilitas mobil jemputan. Menurut saya hal begini tak perlu dibicarakan dan dibahas apalagi di sidang DPR. Apakah tidak ada isu lain yang lebih penting?" katanya.

Related Articles