Danantara Groundbreaking 10 Proyek Hilirisasi Pekan Depan

- Danantara akan melakukan groundbreaking 10 proyek hilirisasi pekan depan dari total 21 proyek 2026.
- Enam proyek tahap pertama bernilai sekitar 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp110 triliun.
- Salah satu proyek berikutnya adalah DME batu bara bersama PT Bukit Asam.
Jakarta, FORTUNE — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kembali menjadwalkan groundbreaking 10 proyek hilirisasi pada pekan depan.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari enam proyek yang telah lebih dulu dimulai pada awal Februari 2026 sebagai bagian dari total 21 proyek hilirisasi tahun ini.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan, seluruh proyek tersebut memiliki nilai investasi hampir Rp500 triliun dan dilaksanakan secara bertahap sepanjang 2026.
Ia menegaskan, dari total 21 proyek yang direncanakan, enam proyek telah lebih dahulu dilakukan peletakan batu pertama pada pekan sebelumnya.
Total 21 proyek hilirisasi bernilai hampir Rp500 triliun
Dony menjelaskan, proyek-proyek hilirisasi yang digarap Danantara mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari energi, pertambangan, hingga pangan dan peternakan. Secara keseluruhan, nilai investasi yang disiapkan mendekati Rp500 triliun.
“Dari total 21 proyek yang akan kita lakukan, minggu lalu kita sudah menyelesaikan groundbreaking 6 proyek hilirisasi. Minggu depan kami akan groundbreaking lagi kurang lebih ada 10 proyek lagi,” ujar Dony dalam forum Economic Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (10/2).
Menurut Dony, investasi tersebut diarahkan untuk memperkuat nilai tambah sumber daya alam sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja.
“Dan itu dampaknya signifikan yang kita harapkan nanti pertama mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Yang kedua tentu memberikan dampak lapangan pekerjaan yang signifikan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyebut proyek hilirisasi tersebut ditujukan untuk mendukung swasembada energi dan pangan nasional.
Enam proyek tahap pertama senilai 7 miliar dolar AS
Sebelumnya, pada Jumat (6/2), Danantara telah melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi secara serentak di 13 daerah. CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan total investasi untuk enam proyek tersebut mencapai sekitar 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp110 triliun.
“Dengan 6 proyek ini akan kurang lebih investasinya kami itu mencapai 7 miliar dolar AS, atau kurang lebih 110 triliun. Dan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih 3.000 lapangan pekerjaan,” ujar Rosan di Jakarta.
Seluruh pendanaan berasal dari Danantara dan proyek-proyek tersebut dikerjakan oleh sejumlah BUMN. Di sektor pertambangan, terdapat fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) bauksit, alumina, dan aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, termasuk Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) 2 yang digarap MIND ID.
Di sektor energi baru terbarukan, terdapat pabrik bioetanol Glenmore fase 1 di Banyuwangi yang melibatkan PTPN dan Pertamina, serta proyek biorefinery penghasil bioavtur di Cilacap yang digarap Pertamina Group.
Pada sektor pangan, ID FOOD menjalankan proyek peternakan unggas terintegrasi di sejumlah daerah seperti Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Selain itu, PT Garam membangun pabrik garam di Sampang (Madura), Manyar (Gresik), dan Segoromadu 2 (Gresik).
Rosan menyebut tahap pertama tersebut merupakan bagian dari agenda hilirisasi yang lebih luas. “Ini adalah fase pertama karena kita melihat akan ada total akan ada 18 proyek hilirisasi yang kami canangkan akan kami selesaikan dalam waktu sesegera mungkin,” imbuhnya.
Tahap berikutnya termasuk proyek DME batu bara
Untuk tahap berikutnya, salah satu proyek yang akan segera dilakukan groundbreaking adalah proyek dimetil eter (DME) berbasis gasifikasi batu bara yang melibatkan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
“DME kita, gasifikasi daripada batu bara kita dengan Bukit Asam, yang baru akan kita groundbreaking minggu depan,” ujar Dony.
Selain DME, proyek-proyek lain yang akan dimulai pekan depan masih berada dalam lingkup total 21 proyek hilirisasi yang telah diumumkan.
Danantara menyatakan seluruh proyek akan dijalankan secara bertahap sepanjang 2026, dengan fokus pada peningkatan nilai tambah industri dalam negeri melalui pengolahan bahan mentah menjadi produk turunan bernilai lebih tinggi.
FAQ seputtar Danantara groundbreaking 10 proyek hilirisasi
| Apa itu danantara? | Danantara (Daya Anagata Nusantara) adalah badan pengelola investasi strategis milik negara yang dibentuk untuk mengelola aset dan investasi pemerintah secara terintegrasi, dengan tujuan meningkatkan nilai tambah aset negara dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. |
| Apa itu hilirisasi? | Hilirisasi adalah kebijakan pengolahan sumber daya alam dari bahan mentah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi sebelum dijual, agar manfaat ekonomi—seperti nilai ekspor, lapangan kerja, dan industri dalam negeri—lebih besar. |
| Berapa total proyek hilirisasi Danantara pada 2026? | Danantara menyiapkan total 21 proyek hilirisasi sepanjang 2026. |

















