Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Wamendag Roro Pastikan Harga Stabil Jelang Imlek dan Ramadan

rFueKdkDbwmcGaWp6qWX44tQPJQx1WKtKED4cUiA.jpg
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau langsung harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek 2577 Kongzili, Ramadan, dan Idulfitri 1447 H di Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat, pada Senin (9/2). (Dok. Kementerian Perdagangan)
Intinya sih...
  • Harga bahan kebutuhan pokok dipastikan stabil menjelang Imlek dan Ramadan.
  • Komoditas seperti cabai, telur, dan daging ayam mengalami fluktuasi, tapi masih terkendali.
  • Kementerian Perdagangan terus memantau harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok (bapok) dalam kondisi aman menjelang periode menentukan pada kuartal awal tahun ini. Fokus utama pemerintah saat ini adalah mengamankan pasokan menghadapi rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), mulai dari Imlek 2577 Kongzili hingga persiapan Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyampaikan hal tersebut saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat, Senin (9/2). Meski terjadi volatilitas harga pada komoditas hortikultura tertentu, secara agregat pasar dinilai kondusif.

“Peninjauan langsung ini penting agar kami bisa memastikan harga bapok tetap stabil dan terjangkau. Dari hasil dialog dengan pedagang, terlihat bahwa harga cabai rawit merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras memang fluktuatif tetapi masih terkendali,” ujar Roro dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (10/2).

Sorotan khusus diberikan pada komoditas minyak goreng rakyat. Roro memastikan ketersediaan MINYAKITA di pasar tersebut telah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.

Selain minyak goreng, sejumlah komoditas strategis lainnya juga terpantau stabil mengikuti HET maupun Harga Acuan (HA). Beras medium Rp13.500 per kilogram, sedangkan bawang putih jenis honan Rp38.000 per kilogram.

Namun, cabai rawit merah dihargai Rp85.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting dan cabai merah besar stabil Rp40.000 per kilogram.

Berikut perincian harga komoditas lainnya di Pasar Cisalak per Senin (9/2):

  • beras premium: Rp14.500 per kilogram
  • daging sapi: Rp130.000 per kilogram
  • bawang merah: Rp45.000–48.000 per kilogram
  • daging ayam ras: Rp40.000 per kilogram
  • telur ayam ras: Rp31.000 per kilogram
  • minyak goreng curah: Rp17.000 per liter
  • minyak goreng kemasan premium: Rp20.000 per liter
  • gula pasir kemasan: Rp19.000 per kilogram
  • tepung terigu: Rp12.500 per kilogram

Stabilitas ini dikawal melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) serta penguatan payung hukum. Roro menegaskan implementasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat.

Regulasi anyar ini difokuskan untuk memperkokoh tata niaga MINYAKITA, mulai dari jalur distribusi, mekanisme stabilisasi harga, hingga pengawasan ketat di tingkat pengecer.

Di luar isu harga, Kemendag juga mendorong peningkatan kualitas fisik pasar melalui Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan). Program kolaboratif bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan pemerintah daerah ini bertujuan menciptakan ekosistem pasar yang higienis dan nyaman.

“Pasar rakyat yang bersih akan meningkatkan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli. Harapannya, kondisi pasar yang tertata dapat mendorong lebih banyak masyarakat berbelanja di pasar rakyat,” kata Roro.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More

Polemik PBI BPJS Kesehatan, Salah Sasaran hingga Reaktivasi

10 Feb 2026, 12:43 WIBNews