Jakarta, FORTUNE - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah mematangkan rencana besar pembangunan Indonesian Financial Center di Bali. Proyek ini nantinya tidak sekadar berdiri di lokasi strategis, tapi bakal dikelola sepenuhnya oleh sebuah badan otorita khusus.
Pucuk pimpinan Danantara, Rosan Roeslani, menandaskan pembentukan otoritas khusus merupakan elemen fundamental dalam desain awal proyek tersebut. Keberadaan badan ini diproyeksikan mampu menjamin pengelolaan kawasan pusat keuangan yang lebih terarah, terintegrasi, dan memiliki daya saing tinggi pada tataran global.
“Dalam hal ini kita juga membangun kawasan financial center itu sendiri,” ujar Rosan saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (5/5).
Sejauh ini, pembahasan proyek masih dalam tahap dini. Rosan dijadwalkan segera menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara guna membahas sejumlah aspek penting. Pokok bahasan mencakup penetapan lokasi definitif, kerangka regulasi, hingga skema insentif bagi para pelaku usaha.
Kendati pemerintah tetap membuka ruang bagi kajian lebih lanjut, Bali sejauh ini menjadi kandidat terkuat.
“Kami akan melihat lokasi-lokasinya. Kemarin di Bali lokasinya, dan kami bahas juga dari sisi regulasi, hukum, insentif, dan lainnya,” kata Rosan.
Dalam pengerjaannya, Danantara senantiasa berkoordinasi erat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) demi menjamin kesiapan ekosistem keuangan. Ihwal insentif fiskal, Rosan mengakui hal tersebut masih dalam tahap penggodokan awal.
Sebagai langkah penguatan konsep, pemerintah bersama Danantara bakal melakukan benchmarking terhadap sejumlah pusat keuangan dunia. Beberapa di antaranya meliputi Dubai International Financial Centre, Abu Dhabi Global Market, hingga Singapura.
Pada kesempatan terpisah, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa akselerasi Indonesian Financial Center akan dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. Hal ini ditegaskan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai melakukan kunjungan kerja pada Minggu (3/5).
“Pemerintah tengah mematangkan regulasi sebagai landasan pembentukan KEK sektor keuangan di Bali,” ujar Airlangga.
KEK Kura Kura Bali dinilai memiliki keunggulan komparatif berupa ekosistem knowledge district yang menunjang sektor keuangan modern. Kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai pusat transaksi, melainkan juga sebagai hub pengelolaan investasi, inovasi finansial, serta layanan keuangan global.
