Comscore Tracker
NEWS

Sering Disamakan dengan Kluster, Apa itu Town House'?

Mengenal 'town house' yang sering disamakan dengan kluster.

Sering Disamakan dengan Kluster, Apa itu Town House'?ilustrasi rumah (unsplash.com/Towfiqu Barbhuiya)

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - Town house menjadi kata yang populer di sektor properti dalam beberapa waktu belakagan. Pasalnya, banyak pengembang yang mulai merambah ke segmen produk ini seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen. Meski demikian, istilah ini kerap disalahpahami atau disamakan dengan kluster. Padahal ada perbedaan yang cukup kentara di antara keduanya.

Lantas, apa itu town house? Secara sederhana, town house atau bisa disebut rumah bandar adalah kompleks kecil yang berisi rumah-rumah yang dibangun secara berderet. Jumlahnya tidak sebanyak perumahan biasanya dan umumnya hanya berisi sekitar 30 unit. Ia punya kesamaan dengan kluster karena lingkungannya juga tertutup alias eksklusif. Ia biasanya juga memiliki fasilitas bersama, seperti kolam renang, club house, serta ruang terbuka seperti kluster.

Bedanya, town house memiliki struktur bangunan dua lantai atau lebih, di mana tiap lantainya diisi oleh beberapa unit. Karena itu, ia juga banyak disebut separuh apartemen, separuh rumah.

Di Indonesia, pembangunan town house mulai berkembang sejak pertengahan 1990-an. Karena lebih mewah dari kluster, kompleks kecil tersebut lebih membidik pasar ekspatriat. Itu pula sebabnya, seringkali rumah-rumah di town house diisi para pekerja berkewarganegaraan asing.

Istilah town house sendiri diadopsi dari Amerika Serikat. Di sana, rumah bandar dikenal dengan sebutan row house. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan unit non-seragam di daerah pinggiran kota yang dirancang untuk meniru rumah terpisah atau semi-terpisah.

Dalam perkembangannya, istilah tersebut kemudian digunakan untuk menggambarkan unit yang meniru rumah terpisah di dalam kompleks multi-unit. Perbedaan town house dengan apartemen terutama karena town house punya struktur bangunan yang memiliki beberapa lantai dengan pintu luar sendiri, sedangkan apartemen hanya memiliki akses melalui lorong koridor interior atau melalui jalan setapak bergaya balkon eksterior.

Cuma, proyek di Indonesia belum meniru seutuhnya konsep dari negeri Paman Sam tersebut. Sebab di sini town house menyediakan pula ruang parkir penghuni.

Berkembang ke luar Jakarta

Kawasan selatan Jakarta bisa jadi salah satu contoh wilayan yang menjadi favorit pengembang membangun town house. Sebab, daerah tersebut mempunyai nilai jual tinggi. Bahkan, sebagian kalangan menilai tinggal di selatan Jakarta memiliki prestise yang lebih dibandingkan wilayah lain.

Belakangan, town house juga beanyak bermunculan di kota-kota satelit yang tengah berkembang. Di BSD, mislnya, ada kluster Asatti yang menggabungkan Konsep Low Rise Kondominium, Garden House (Town House) dan Rumah Landed. Ia berada di kawasan Vanya Park BSD dengan harga jual mulai dari Rp600an juta.

Meski mulai banyak diburu,  bukan berarti town house tidak punya kekurangan. Kepala Riset Jones Lang Lasalle Anton Sitorus, misalnya, menyebut sedikitnya jumlah penghuni sebagai salah satu kelemahan town house.

Kelemahan lainnya adalah larangan bagi para pemilik untuk mengubah desain rumah semau mereka sendiri. Sebab, biasanya fasad bangunan townhouse tetap dipertahankan oleh pengembang untuk menjaga keselarasan hunian di dalam kompleks tersebut.

Related Articles