Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Minyak Mentah Terus Naik, Airlangga Sebut Masih Sesuai Asumsi APBN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Seminar Nasional Green Economy 2045 di Jakarta, Selasa (29/9).
  • Harga minyak mentah sekitar US$90 masih dinilai sesuai dengan asumsi APBN, sehingga pemerintah belum merevisi target pertumbuhan ekonomi.

  • Kekhawatiran gangguan pasokan minyak dan kebijakan moneter AS mendorong kenaikan harga minyak serta keluarnya modal asing dari negara berkembang.

  • Bank Indonesia menyatakan terus menjaga pergerakan rupiah melalui intervensi pasar dan koordinasi dengan korporasi serta pelaku pasar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak paling terasa dari kenaikan harga minyak?
Vote Now
tahun ini

Harga minyak masih sekitar US$90 dan dinilai masuk dalam perkiraan APBN.

Selasa (29/9)

Airlangga Hartarto menyampaikan harga minyak masih sesuai dengan asumsi APBN setelah Seminar Nasional Green Economy 2045 di Jakarta. Erwin Gunawan Hutapea juga menyatakan Bank Indonesia terus mengawal pasar.

Dalam setahun terakhir

Kenaikan minyak mentah WTI mencapai sekitar 44,81 persen.

sejak 2007

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi, yaitu 5,23 persen.

Per (29/9)

Nilai tukar rupiah mencapai Rp17.997 per dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak paling terasa dari kenaikan harga minyak?
Vote Now
  • What?
    Harga minyak mentah naik dan rupiah melemah, tetapi kondisi tersebut masih dinilai sesuai dengan asumsi APBN.
  • Who?
    Airlangga Hartarto menyampaikan penilaian pemerintah. Bank Indonesia melalui Erwin Gunawan Hutapea menyatakan terus mengawal pasar.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Jakarta setelah Seminar Nasional Green Economy 2045. Transaksi intervensi dilakukan di pasar offshore dan pasar domestik.
  • When?
    Pernyataan disampaikan Selasa (29/9), ketika nilai tukar rupiah tercatat Rp17.997 per dolar AS.
  • Why?
    Kenaikan minyak dipengaruhi kekhawatiran gangguan pasokan, sedangkan pelemahan rupiah dipicu keluarnya modal asing dari negara berkembang.
  • How?
    Bank Indonesia melakukan intervensi melalui NDF, transaksi spot, DNDF, pembelian SBN di pasar sekunder, serta koordinasi dengan pelaku pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak paling terasa dari kenaikan harga minyak?
Vote Now

Harga minyak naik dan uang rupiah melemah. Airlangga Hartarto bilang harga minyak sekitar US$90 masih cocok dengan perkiraan APBN. Rupiah mencapai Rp17.997 per dolar AS. Bank Indonesia terus membantu menjaga rupiah dengan beberapa cara. Pemerintah belum mengubah target pertumbuhan ekonomi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak paling terasa dari kenaikan harga minyak?
Vote Now

Kondisi harga minyak dan rupiah yang menekan pasar belum mendorong revisi target pertumbuhan ekonomi pemerintah karena masih berada dalam kapasitas asumsi APBN. Di sisi lain, Bank Indonesia menyatakan pengawalan pasar dilakukan secara konsisten melalui berbagai transaksi dan komunikasi intensif dengan korporasi serta pelaku pasar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak paling terasa dari kenaikan harga minyak?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah mengklaim kenaikan harga minyak mentah dan pelemahan nilai tukar rupiah masih sesuai dengan kapasitas asumsi APBN. Dengan demikian, pemerintah belum akan merevisi target pertumbuhan ekonomi tahun ini.

"Kalau kita lihat di tahun ini Harga masih sekitar US$90, dan ini masih masuk ke dalam perkiraan dari APBN," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan usai Seminar Nasional Green Economy 2045 di Jakarta, Selasa (29/9).

Seperti diketahui, harga minyak kembali melonjak setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak menolak proposal perdamaian Iran ynag mengakibatkan peningkatan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak.

Iran mengusulkan pembukaan kembali jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz dalam waktu sepekan sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik.

Berdasarkan Trading Economics, minyak mentah WTI bertengger di Harga US$90,2 per barel. Dalam setahun terakhir kenaikannya telah mencapai sekitar 44,81 persen.

Selain itu, sentimen Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan memperketat kebijakan moneternya berdampak pada imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke angka 5,23 persen, level tertinggi sejak 2007.

Kondisi tersebut memicu keluarnya modal asing dari negara berkembang. Salah satu yang terkena imbasnya adalah nilai tukar rupiah yang depresiasi. Per (29/9) nilai tukar rupiah telah mencapai Rp17.997 per dolar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea menegaskan bahwa bank sentral terus mengawal pasar agar pergerakan rupiah tetap terjaga dan mencerminkan kondisi fundamentalnya.

"Intervensi akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar terus dilakukan secara intensif," ujar dia dalam keterangan resmi, Selasa (29/9).

Sampaikan pandanganmu

Apa dampak paling terasa dari kenaikan harga minyak?

See More

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article