Jakarta, FORTUNE - Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Inggris membuahkan komitmen investasi senilai 4 miliar pound sterling atau lebih kurang Rp90 triliun. Selain itu, lawatan tersebut juga menghasilkan kesepakatan strategis pada sektor maritim dan pendidikan tinggi.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan komitmen tersebut merupakan hasil utama pertemuan Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Pertemuan bilateral ini berlangsung dalam rangkaian kunjungan kerja pada Selasa (20/1) hingga Rabu (21/1).
“Intinya ada tiga hal utama dari pertemuan Presiden dengan Perdana Menteri Starmer,” ujar Teddy dalam keterangan pers yang diakses secara daring, Kamis (22/1).
Poin pertama sekaligus yang terbesar adalah komitmen investasi dengan nilai yang disebut di atas. Kendati perincian sektor per sektor belum dijabarkan sepenuhnya, nilai jumbo ini mencerminkan tingginya kepercayaan Inggris terhadap prospek ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan baru.
Poin kedua menyasar kerja sama strategis sektor maritim, khususnya proyek pembangunan 1.582 unit kapal nelayan. Teddy menegaskan, proyek ini bukan sekadar investasi keuangan, melainkan pendorong ekonomi riil karena seluruh proses produksi dan perakitan kapal wajib dilakukan di dalam negeri.
Dampak ekonominya diproyeksikan sangat signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja nasional.
“Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, proyek ini akan mempekerjakan sekitar 600.000 orang,” kata Teddy.
Angka tersebut terbagi menjadi, 30.000 tenaga kerja sebagai awak kapal; 400.000 tenaga kerja terlibat langsung dalam produksi dan perakitan; serta 170.000 tenaga kerja dari efek berganda (multiplier effect) pada sektor pendukung.
Poin ketiga berfokus pada penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi. Dalam lawatan tersebut, Presiden Prabowo berdiskusi langsung dengan 24 profesor dari universitas terkemuka Inggris Raya, termasuk Oxford University, King’s College London, Imperial College London, dan University of Edinburgh.
Pemerintah menargetkan pembangunan 10 kampus baru di Indonesia dengan fokus utama pada bidang kedokteran serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Saat ini, model kampus percontohan telah berdiri di Singosari, Malang, dan rencananya akan direplikasi ke berbagai wilayah lain.
Selain pembangunan fisik, kerja sama ini mencakup pertukaran dosen agar akademisi dari universitas papan atas Inggris dapat mengajar langsung di Indonesia. Hal ini diperkuat dengan pertemuan Prabowo bersama perwakilan Russell Group, asosiasi universitas paling bergengsi di Inggris.
“Harapannya ranking universitas di Indonesia bisa naik di level dunia,” kata Teddy.
