Investasi SBN atau Emas, Mana Lebih Cuan?

- Akses investasi SBN dan emas mudah dijangkau oleh investor pemula.
- Ketahanan nilai SBN dan emas berbeda, dengan SBN diminati karena berwujud digital dan emas dikenal sebagai aset lindung nilai.
- Keuntungan dari SBN didapatkan melalui kupon yang ditawarkan, sementara keuntungan emas bergantung pada kenaikan harga.
Ada banyak instrumen investasi yang dapat dimulai dengan mudah dan cocok untuk pemula. Alhasil, tidak jarang investor pemula bingung memilih instrumen investasi yang cocok, terutama antara Surat Berharga Negara (SBN) dan emas.
Kedua instrumen investasi tersebut populer di kalangan investor Indonesia. Seperti diketahui, SBN dan emas memiliki karakteristik yang berbeda dari beberapa komponen. Lalu, lebih baik investasi SBN atau emas?
Mengetahui perbedaannya dapat membantu Anda memilih instrumen investasi yang paling sesuai dengan tujuan dan profil risiko. Berikut beberapa perbedaan investasi SBN dan emas yang dapat dijadikan perbandingan.
Akses investasi SBN dan emas
Investasi SBN dan emas menawarkan kemudahan akses bagi masyarakat yang tertarik untuk berinvestasi. Keduanya tersedia sebagai instrumen investasi yang dapat dijangkau investor.
SBN sepenuhnya dijalankan secara digital sehingga sangat mudah diakses. Investor dapat memantau kepemilikan melalui platform resmi. Namun, ketersediaannya terbatas karena hanya dapat dibeli ketika pemerintah membuka masa penawaran.
Emas fisik dapat dibeli secara offline melalui toko emas atau bank. Namun, penyimpanan dalam jumlah besar kurang praktis dan berisiko kehilangan. Emas digital dapat dijadikan alternatif yang mudah diakses dan disimpan dalam bentuk saldo digital di platform resmi.
Investor dapat membeli emas kapan saja di tempat resmi dan tepercaya sehingga lebih fleksibel dibandingkan SBN. Kendati demikian, ketersediaannya sangat bergantung pada produksi tambang dan permintaan pasar global.
Ketahanan nilai SBN dan emas
SBN atau emas memiliki ketahanan nilai yang baik dalam menghadapi gejolak ekonomi. Namun, keduanya memiliki sensitivitas yang berbeda.
SBN diminati karena berwujud digital sehingga terhindar dari risiko kerusakan fisik. Namun, nilainya dapat berfluktuasi akibat perubahan suku bunga acuan dan kondisi perekonomian.
Di sisi lain, emas dikenal sebagai aset lindung nilai yang memiliki ketahanan terhadap inflasi dan gejolak ekonomi dalam jangka panjang. Harga emas tetap berfluktuasi mengikuti permintaan pasar dan kondisi ekonomi global.
Jaminan keamanan SBN dan emas
Popularitas kedua jenis instrumen investasi dipengaruhi oleh jaminan keamanan yang ditawarkan. Meskipun begitu, SBN dan emas memiliki landasan jaminan yang berbeda.
SBN dianggap sebagai salah satu investasi paling aman di Indonesia karena dijamin 100 persen oleh negara, yang menjadikannya hampir bebas risiko gagal bayar. Investasi SBN juga tersimpan secara digital sehingga tidak memerlukan fasilitas penyimpanan fisik seperti emas fisik.
Sementara itu, emas dijamin oleh nilai intrinsiknya sebagai aset safe haven. Nilainya cenderung stabil dan tahan terhadap inflasi. Namun, emas fisik membutuhkan tempat penyimpanan aman.
Imbal hasil SBN dan emas
Imbal hasil SBN didapatkan melalui kupon yang ditawarkan, yang biasanya lebih tinggi dari deposito bank dan dibayar secara berkala. Risiko gagal bayar sangat rendah karena dijamin negara sehingga ideal dijadikan sebagai passive income.
Berbeda dengan SBN, keuntungan emas bergantung pada kenaikan harga dan selisih harga jual beli atau biaya pencairan. Nilainya yang cenderung stabil dalam jangka panjang ideal dijadikan sebagai aset lindung nilai saat ekonomi tidak menentu.
Likuiditas SBN dan emas
Likuiditas menjadi perbandingan penting saat menentukan investasi SBN atau emas. Dalam hal ini, emas lebih unggul karena memiliki tingkat likuiditas lebih tinggi.
Emas fisik dan digital memiliki penerimaan global dan dapat diperdagangkan tanpa batasan wilayah. Keuntungan ini membuat emas cocok dijadikan dana darurat karena fleksibilitasnya.
SBN hanya dapat diperdagangkan di pasar sekunder dalam negeri. Selain itu, tidak semua jenis SBN dapat dijual sebelum jatuh tempo. Ini menyebabkan likuiditas SBN lebih terbatas dibandingkan emas.
Risiko investasi SBN dan emas
Terlepas dari keuntungan yang ditawarkan, SBN dan emas memiliki risiko investasi yang harus ditanggung oleh setiap investor. Nilai SBN dapat turun apabila dijual sebelum jatuh tempo. Kenaikan suku bunga acuan berpotensi menekan harga SBN sehingga nilainya kurang kompetitif.
Sementara itu, risiko kehilangan dan pemalsuan produk menjadi kekhawatiran utama yang dapat dialami investor saat berinvestasi pada emas fisik. Pembelian emas digital juga tidak luput dari risiko keamanan siber. Ditambah, harga emas dapat berfluktuasi tergantung kondisi ekonomi global serta permintaan pasar.
SBN atau emas, mana lebih menguntungkan?
Investasi SBN dan emas memiliki keunggulan dan potensi keuntungan masing-masing. Anda dapat menyesuaikannya kembali dengan tujuan dan profil risiko.
Untuk pendapatan tetap dan keamanan modal, SBN lebih menguntungkan. Investasi SBN cocok bagi Anda yang ingin memiliki pendapatan rutin bulanan (passive income) melalui kupon bulanan. Imbal hasilnya juga lebih menguntungkan daripada deposito bank dan dijamin oleh negara untuk investasi jangka menengah.
Investasi emas ideal bagi investor jangka panjang. Instrumen investasi ini memberikan perlindungan nilai jangka panjang. Pasalnya, emas memiliki ketahanan terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi global.
Diversifikasi portofolio dapat dijadikan strategi terbaik untuk meraih keuntungan dari keduanya. Anda dapat mengalokasikan dana investasi pada SBN dan emas sesuai kebutuhan. Gunakan SBN untuk tujuan jangka menengah dan emas untuk jangka panjang.
Demikian rangkuman lebih untung investasi SBN atau emas yang dapat membantu Anda menentukan instrumen investasi yang cocok.
FAQ seputar investasi SBN atau emas
| Investasi SBN atau emas, mana yang cocok untuk pemula? | Kedua jenis instrumen investasi tersebut cocok untuk pemula. SBN menawarkan kemudahan akses, sedangkan emas menawarkan fleksibilitas pembelian. |
| Kapan waktu yang tepat untuk membeli SBN dan emas? | SBN dapat dibeli selama masa penawaran yang dijadwalkan oleh Kemenkeu. Di sisi lain, emas dapat dibeli kapan saja atau saat harganya mengalami koreksi. |
| Mana yang lebih menguntungkan antara investasi SBN atau emas? | Keduanya menawarkan keunggulan masing-masing. SBN cocok bagi investor yang mencari pendapatan tetap bulanan (passive income) dan keamanan jangka menengah. Emas ideal dijadikan aset lindung nilai untuk jangka panjang. |











