Fitch Turunkan Outlook Utang RI Jadi Negatif, Kemenkeu Beri Tanggapan

- Fitch Ratings menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat kredit pada level BBB setelah melakukan asesmen dan diskusi dengan berbagai lembaga pemerintah.
- Kementerian Keuangan menegaskan komitmen menjaga stabilitas makroekonomi, disiplin fiskal, serta memperkuat reformasi struktural untuk meningkatkan investasi dan ketahanan ekonomi jangka menengah.
- Pemerintah juga memperkuat koordinasi lintas sektor dan kolaborasi dengan Danantara sebagai mesin pertumbuhan baru melalui investasi strategis yang kredibel dan selaras dengan stabilitas makrofiskal jangka panjang.
Jakarta, FORTUNE - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menanggapi outlook negatif utang Indonesia yang diberikan oleh lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings.
Fitch mencatat bahwa outlook akan kembali ke stabil jika stabilitas makroekonomi terwujud melalui konsistensi disiplin kebijakan. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro mengatakan bahwa Indonesia tetap berada dalam jalur positif untuk memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi jangka menengah.
Deni menyatakan, pemerintah Indonesia terus berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi, melanjutkan disiplin fiskal sebagaimana dimandatkan dalam undang-undang. Selain itu, langkah lain yang dilakukan untuk memperbaiki iklim usaha adalah melalui debottlenecking dan deregulasi untuk meningkatkan investasi serta memperkuat reformasi struktural untuk meningkatkan ketahanan ekonomi.
“Berbagai langkah perbaikan telah menunjukkan perbaikan,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/3).
Di samping itu, pemerintah juga terus meningkatkan koordinasi lintas sektor agar momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi dapat dijaga dalam jangka menengah, bersamaan dengan tetap mempertahankan stabilitas.
“Koordinasi kebijakan fiskal-moneter terus menjadi prioritas untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan program-program prioritas berjalan efektif dan akuntabel,” imbuhnya.
Deni mengungkapkan, pemerintah juga memperkuat kolaborasi dengan Danantara, yang dinilai dapat menjadi mesin pertumbuhan baru yang menggerakkan ekonomi melalui investasi strategis di luar APBN.
“Tata kelola dan operasional Danantara dijaga kredibilitasnya dengan risiko yang terukur, sehinggaDanantara menjadi instrumen investasi strategis yang kredibel, terkelola dengan baik, dan selaras dengan stabilitas makrofiskal jangka panjang,” tutupnya.
Meski menurunkan outlook menjadi negatif dari stabil, Fitch tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada BBB. Hasil afirmasi ini menjadi tahapan akhir dari proses asesmen Fitch setelah rangkaian kunjungan tanggal 23-26 Februari 2026.
Fitch telah melakukan diskusi dengan beberapa Kementerian/Lembaga, yakni Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, BP BUMN, Otoritas Jasa Keuangan, Danantara, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Fitch juga memberikan penilaian positif tambahan pada aspek makroekonomi (Qualitative Overlay +1 notch), mencerminkan kredibilitas kebijakan makroekonomi Indonesia dan ketahanan sektor keuangan yang mendukung pertumbuhan jangka menengah.
Fitch memandang bahwa disiplin fiskal dan kuatnya permintaan domestik juga menjadi faktor utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

















