Aplikasi Kripto Luno Tunjuk Iman Sudargo untuk Perkuat Bisnis di Indonesia

- Luno menunjuk Iman Sudargo sebagai Country Head Indonesia untuk memimpin operasional dan strategi bisnis, termasuk mendorong literasi serta adopsi investasi kripto yang bertanggung jawab.
- Penunjukan ini berlangsung saat pengguna kripto Indonesia melampaui 22 juta hingga Mei 2026, dengan nilai transaksi hampir Rp122 triliun dan adopsi global peringkat ketujuh.
- Luno akan memperluas ekosistem aset digital melalui transparansi, edukasi, layanan ritel-institusi, likuiditas transaksi besar, serta pemanfaatan blockchain untuk kebutuhan investasi dan transaksi.
Jakarta, FORTUNE – Luno, aplikasi investasi aset kripto global, menunjuk Iman Sudargo sebagai Country Head untuk memimpin operasional dan strategi bisnis perusahaan di Indonesia. Penunjukan tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan pasar aset kripto domestik yang terus meningkat, baik dari sisi jumlah investor maupun nilai transaksi. Dalam jabatan barunya, Iman akan bertanggung jawab memperkuat strategi bisnis Luno di Indonesia, sekaligus mendorong peningkatan literasi dan adopsi investasi aset kripto yang bertanggung jawab.
Country Head Luno Indonesia, Iman Sudargo, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri aset kripto seiring pesatnya pertumbuhan ekosistem aset digital. Ia mengatakan akan berkomitmen untuk bekerja sama dengan seluruh tim serta para pemangku kepentingan di Indonesia untuk mendorong adopsi aset kripto yang bertanggung jawab.
"Saya bersama dengan tim juga akan terus mempertahankan momentum agar pelanggan dapat membeli serta berinvestasi aset kripto dengan aman dan mudah," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (8/3).
Penunjukan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pengguna aset kripto di Indonesia mencapai lebih dari 22 juta hingga Mei 2026, meningkat sekitar 3,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto mendekati Rp122 triliun, mencerminkan minat masyarakat yang tetap tinggi di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.
Selain itu, Indonesia juga menempati peringkat ketujuh sebagai negara dengan tingkat adopsi aset kripto tertinggi di dunia berdasarkan Global Crypto Adoption Index.
General Manager Luno APAC, Aaron Tang, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar prioritas perusahaan di kawasan Asia Pasifik, selain Malaysia. Menurutnya, pengalaman Iman di sektor jasa keuangan dan transformasi digital diharapkan dapat memperkuat posisi Luno di pasar Indonesia.
Menurut Aaron, Indonesia sebagai salah satu pasar pertumbuhan Luno APAC, selain Malaysia. Sebagai Country Head, Iman akan menakhodai modernisasi sistem keuangan dengan melayani segmen ritel dan institusi yang belum terlayani secara optimal, sekaligus memperkuat posisi Luno sebagai platform yang terpercaya dan teregulasi," katanya, menambahkan.
Sebelum bergabung dengan Luno, Iman berkarier di sejumlah institusi keuangan global. Ia terlibat dalam peluncuran bank digital pertama di Indonesia, mengembangkan layanan perbankan korporasi berbasis digital, memimpin ekspansi produk keuangan di berbagai negara, hingga menangani transformasi platform peer-to-peer lending dan pengembangan bank digital yang berhasil mengakuisisi lebih dari satu juta nasabah pada kuartal pertama operasionalnya.
Ke depan, Luno akan memfokuskan strategi pada peningkatan literasi aset kripto, transparansi informasi, serta pengembangan ekosistem aset digital yang lebih luas. Iman menambahkan, perusahaan tidak hanya ingin berperan sebagai platform perdagangan aset kripto, tetapi juga membangun ekosistem.
Melalui pengembangan ekosistem tersebut, Luno ingin meningkatkan kesadaran bahwa teknologi blockchain menawarkan opsi yang andal untuk investasi jangka panjang. "Ekosistem akan mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari likuiditas institusional untuk transaksi berskala besar dan aset digital yang stabil untuk kebutuhan transaksi, hingga menghadirkan nilai dunia nyata ke blockchain, " ujarnya.











