Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Perbedaan Investasi di Negara Berkembang vs Negara Maju

Perbedaan Investasi di Negara Berkembang vs Negara Maju
ilustrasi investasi (pexels.com/Iam Hogir)
Intinya Sih
  • Negara berkembang memiliki pertumbuhan ekonomi lebih cepat berkat ruang ekspansi luas, sedangkan negara maju tumbuh lebih stabil karena ekonominya sudah matang.

  • Fokus investasi negara berkembang banyak pada infrastruktur, pertambangan, dan manufaktur.

  • Investasi begara maju menonjol di teknologi, energi terbarukan, keuangan, dan kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Diversifikasi lintas negara menjadi salah satu strategi yang semakin populer di kalangan investor untuk mengincar peluang investasi sekaligus mengelola risiko. Pasalnya, perkembangan ekonomi global memberikan peluang untuk memperoleh eksposur terhadap berbagai negara.

Secara umum, tujuan investasi global terbagi menjadi dua jenis, yaitu pasar negara berkembang dan negara maju. Kedua jenis pasar tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.

Sebelum mencoba diversifikasi investasi ini, pahami dulu perbedaan investasi di negara berkembang vs negara maju. Berikut beberapa perbandingan utamanya.

Perbedaan investasi di negara berkembang vs negara maju

1. Pertumbuhan ekonomi

Negara berkembang umumnya memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibandingkan negara maju. Perbedaan tersebut bisa terjadi akibat berbagai faktor, seperti angka pertumbuhan dan sumber daya.

Tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di pasar berkembang cenderung cepat karena masih memiliki ruang ekspansi yang luas. Pemanfaatan teknologi baru dan akselerasi industrialisasi menjadi penggerak ekonominya.

Di sisi lain, perekonomian negara maju sudah berada di fase matang dan hampir semua sumber daya telah dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini membuat persentase pertumbuhan PDB relatif bergerak lebih stabil, mengingat basis ekonominya sudah sangat besar.

2. Sektor investasi utama

Dari sisi prioritas investasi, kedua jenis pasar tersebut memiliki fokus yang tidak bisa disamakan. Aspek ini penting dipertimbangkan karena dapat berkaitan erat dengan tujuan investasi para investor.

Sektor investasi yang populer di negara berkembang banyak difokuskan pada infrastruktur dasar, pertambangan, serta manufaktur. Sektor-sektor itu dinilai memiliki prospek menjanjikan untuk mendukung percepatan pembangunan.

Sementara itu, investor di negara maju lebih memilih sektor teknologi, energi terbarukan, keuangan, dan kesehatan. Sejumlah sektor ini menjadi tujuan utama investor ritel maupun institusi karena memberikan pertumbuhan kuat dan stabil.

3. Infrastruktur pasar modal

Perbedaan investasi di negara berkembang vs negara maju dapat dilihat dari infrastruktur pasarnya. Dalam hal ini, negara maju lebih unggul dibandingkan negara berkembang.

Negara maju dikenal memiliki pasar modal yang tertata rapi dengan regulasi solid dan transparan, sehingga lebih stabil dari segi infrastrukturnya. Kondisi ini memberikan rasa aman bagi para pemodal internasional.

Sebaliknya, infrastruktur pasar keuangan negara berkembang sering kali masih berada dalam tahap pengembangan. Hal tersebut memungkinkan regulasi bisa berubah sewaktu-waktu dan memengaruhi minat investor global.

4. Likuiditas pasar

Beberapa studi menunjukkan tingkat likuiditas pasar negara berkembang dan negara maju memiliki perbedaan mencolok. Likuiditas pasar di negara berkembang dinilai lebih rendah daripada negara maju.

Pasar negara berkembang sangat sensitif terhadap perubahan arus modal global dan bergantung pada sentimen pasar. Hal ini menyebabkan volume perdagangan harian relatif lebih kecil, sehingga berpengaruh langsung pada tingkat likuiditasnya.

Berbeda dengan negara berkembang, negara maju cenderung memiliki volume perdagangan tinggi didukung oleh jutaan partisipan pasar aktif. Makanya, pasar di negara maju jauh lebih likuid.

Jika sudah memahami karakteristik pasar negara berkembang dan negara maju, Anda bisa menentukan alokasi aset yang sesuai dengan tujuan serta profil risiko. Namun, keputusan investasi global juga perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi, pergerakan suku bunga, dan perubahan arus modal.

Pelajari cara membaca dinamika pasar dan menyusun strategi investasi bersama para praktisi di Fortune Indonesia Investment Forum 2026.

Fortune Indonesia Investment Forum 2026 adalah forum investasi premium yang dirancang untuk membantu investor memahami tren ekonomi global dan menyusun strategi investasi dengan lebih terarah.

Selama satu hari penuh, Anda akan mempelajari strategi investasi lintas aset, mulai dari saham, fixed income, kripto dan aset digital, private capital, komoditas, hingga real assets.

Benefit yang didapatkan:

  • Insight dari investor, ekonom, dan investment expert terkemuka.
  • Pembahasan tren ekonomi global serta peluang investasi lintas aset.
  • Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri.
  • Akses rekaman sesi hingga 10 hari (Regular Pass) atau 30 hari (VIP Pass).
  • Langganan Majalah Fortune selama satu tahun.
  • Makan siang dan 2 kali coffee break.
  • Khusus VIP Pass: jalur registrasi eksklusif, tempat duduk premium di barisan depan, akses VIP Lounge, area makan siang eksklusif, serta sesi tanya jawab prioritas dengan para pembicara.
  • Akses ke booth BaZi Reading.

Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: Fortune Indonesia Investment Forum 2026

5. Potensi imbal hasil

Berikutnya, potensi imbal hasil investasi di negara berkembang vs negara maju yang ditawarkan berbeda pada masing-masing pasar. Investasi di negara berkembang menawarkan potensi pertumbuhan tinggi dibandingkan negara maju karena ekspansi ekonominya yang agresif.

Bahkan, tingkat pengembalian pada instrumen pendapatan tetap seperti obligasi negara di pasar berkembang juga lebih tinggi. Mereka menawarkan tingkat suku bunga lebih kompetitif untuk menarik modal asing.

Di sisi lain, investasi di negara maju lebih menonjolkan aspek keamanan nilai aset serta stabilitas jangka panjang. Kondisi ini membuat tingkat pengembalian investasi bersifat moderat hingga konservatif.

6. Risiko investasi

Di balik peluang pertumbuhannya yang besar, negara berkembang memiliki risiko lebih tinggi daripada negara maju. Pasar di negara berkembang rentan terhadap gejolak geopolitik, perubahan suku bunga, dan pelemahan nilai tukar mata uang lokal yang dapat menggerus nilai investasi riil.

Risiko investasi di negara maju jauh lebih terstruktur dan dapat diprediksi. Stabilitas politik, pasar keuangan yang mapan, serta laju inflasi yang terkendali membuat risiko gagal bayar di negara maju menjadi sangat rendah. 

Jadi, investasi di negara berkembang vs negara maju memiliki keunggulan dan tantangannya masing-masing sebagai tujuan investasi. Negara berkembang menawarkan peluang pertumbuhan tinggi, sedangkan negara maju memberikan stabilitas.

FAQ seputar investasi di negara berkembang vs negara maju

Apa saja perbedaan antara negara maju dan negara berkembang?

Perbedaan utama antara negara maju dan negara berkembang mencakup pendapatan per kapita, tingkat industrialisasi, dan kualitas sumber daya manusia.

Mengapa negara berkembang perlu adanya investasi asing?

Negara berkembang perlu investasi asing, salah satunya untuk menambah modal pembangunan.

Kenapa pertumbuhan ekonomi negara maju lebih kecil dibandingkan negara berkembang?

Kondisi tersebut disebabkan negara maju memiliki ukuran dasar ekonomi yang sudah besar dan kondisi pasar sudah jenuh karena digunakan secara maksimal.

Mengapa negara-negara maju berinvestasi di negara-negara berkembang?

Alasan utamanya adalah memperluas pasar dan mencari tingkat pengembalian modal lebih tinggi.

Share Article
Editorial Team

Latest in Market

See More