Infrastruktur Terintegrasi Dinilai Mampu Tarik Investasi Korea Selatan

- Infrastruktur terintegrasi mampu menarik investasi Korea Selatan di sektor manufaktur.
- Pemilihan lokasi strategis menjadi faktor penentu bagi efisiensi logistik secara menyeluruh.
- Korea Selatan terus menempati lima besar negara penanam modal asing di Indonesia, menunjukkan keyakinan penuh terhadap stabilitas ekonomi dan potensi ekspansi pasar.
Jakarta, FORTUNE - Sektor manufaktur merupakan salah satu sektor strategis mengingat peran fundamentalnya dalam menopang ekonomi Indonesia. Sejalan dengan itu, pembangunan infrastruktur yang terintegrasi mampu menarik minat investor, salah satunya Korea Selatan.
Vice President Sales, Marketing, and Tenant Relations PT Suryacipta Swadaya, Abednego Purnomo menjelaskan pengembangan infrastruktur strategis merupakan salah satu faktor pertimbangan investor industri manufaktur.
Menurutnya, investor tidak hanya memperhitungkan variabel biaya, tapi aspek waktu tempuh. Sebab, pemilihan lokasi strategis sejak awal menjadi penentu efisiensi logistik secara menyeluruh.
"Kita patut mengapresiasi akselerasi pembangunan infrastruktur yang masif dalam beberapa tahun terakhir. Di Jawa Barat, misalnya, kehadiran jalan tol baru dan Pelabuhan Patimban telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi logistik maritim," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (20/1).
Tren ini sejalan dengan peningkatan investasi asing yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan Korea Selatan terus menempati lima besar negara penanam modal asing, dengan total realisasi investasi mencapai US$12,8 miliar sepanjang 2020 hingga kuartal III 2025.
"Aliran modal berkelanjutan ini menunjukkan bahwa investor Korea memiliki keyakinan penuh terhadap stabilitas ekonomi dan potensi ekspansi pasar di Indonesia," ujar Abednego.
Abednego juga mencontohkan keberadaan infrastruktur strategis nasional yang menjadi katalisator utama dalam pengembangan kawasan industry Subang Smartpolitan oleh PT Suryacipta Swadaya. Kawasan ini dikembangkan dengan pendekatan yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan serta pemanfaatan teknologi untuk menunjang aktivitas industri dan komersial.
Subang Smartpolitan berada di koridor industri yang berkembang di Jawa Barat dan memiliki keterhubungan dengan sejumlah infrastruktur utama, seperti jaringan Tol Trans Jawa, akses Tol Patimban, Pelabuhan Patimban, serta Bandara Internasional Kertajati. Konektivitas tersebut dinilai memperkuat efisiensi logistik dan mobilitas kawasan industri.










