Penuhi Ledakan Permintaan di India, Maruti Suzuki Investasi Rp65 T

- Maruti Suzuki investasi Rp65,9 triliun untuk membangun pabrik di Gujarat, India.
- Pabrik tersebut akan menambah kapasitas produksi hingga 1 juta kendaraan per tahun.
- Investasi ini akan menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan industri otomotif di India.
Jakarta, FORTUNE - Maruti Suzuki, perusahaan patungan otomotif antara Suzuki Motor Corporation dan Maruti India berencana berinvestasi 350 miliar rupee (US$3,9 miliar atau sekitar Rp65,9 triliun) untuk membangun pabrik di negara bagian Gujarat, India barat, menurut pejabat pemerintah setempat.
Dilansir dari Reuters, pabrik tersebut akan menambah kapasitas produksi hingga 1 juta kendaraan per tahun seiring dengan perluasan manufaktur untuk memenuhi meningkatnya permintaan domestik India, pasar mobil terbesar ketiga di dunia, sekaligus ekspor.
“Produksi pabrik baru tersebut diperkirakan akan dimulai pada tahun fiskal 2029 dan akan menambah kapasitas produksi tahunan perusahaan sebesar 2,4 juta unit kendaraan Maruti,” demikian laporan Reuters dikutip Senin (19/1).
Maruti Suzuki saat ini memiliki backlog pesanan sekitar satu setengah bulan untuk model-model entry-level, menurut Kepala Pemasaran dan Penjualan Maruti Suzuki, Partho Banerjee, bulan ini.
Perusahaan juga melaporkan bahwa penjualan ke dealer domestik melonjak 37 persen pada Desember, mencapai rekor 178.646 unit.
Sementara itu, dewan direksi Maruti Suzuki pekan ini menyetujui investasi awal sebesar 49,6 miliar rupee untuk akuisisi lahan pembangunan pabrik baru.
Sementara itu, Economic Times melaporkan, pabrik Maruti Suzuki di Gujarat akan dibangun di atas lahan seluas 1.750 hektar yang disediakan oleh Gujarat Industrial Development Corporation (GIDC).
Direktur Pelaksana & CEO Maruti Suzuki India, Hisashi Takeuchi, menyerahkan surat investasi kepada Kepala Menteri Gujarat, Bhupendra Patel, dalam sebuah upacara yang digelar di Gandhinagar. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Menteri Gujarat, Harsh Sanghvi, serta Direktur Tetap dan Anggota Komite Eksekutif Maruti Suzuki, Sunil Kakkar.
Dalam unggahannya di platform X, Ketua Menteri Bhupendra Patel menyatakan kegembiraannya atas penyerahan surat investasi tersebut. Ia menyebut Maruti Suzuki India Limited akan mendirikan fasilitas manufaktur mobil berskala besar di Khoraj dengan nilai investasi sebesar ₹35.000 crore. Proyek ini dinilai akan mendorong pertumbuhan industri pendukung dan UMKM, sekaligus menciptakan klaster manufaktur otomotif yang kuat di Gujarat.
Patel juga memuji kemitraan India–Jepang, di mana kehadiran Maruti Suzuki mencerminkan kepercayaan global terhadap tata kelola Gujarat, yang ditopang oleh kebijakan progresif, infrastruktur kelas dunia, serta ekosistem yang ramah industri. Ia menambahkan, bahwa Gujarat telah berkembang pesat menjadi salah satu pusat otomotif terkemuka di India dan destinasi utama bagi investor global.
Sementara itu, Wakil Ketua Menteri Harsh Sanghvi, juga melalui unggahan di X, menyebut komitmen investasi tersebut sebagai momen membanggakan bagi pertumbuhan negara itu. Menurutnya, investasi ini akan menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan mempercepat pertumbuhan industri, sekaligus menunjukkan bagaimana lingkungan investasi yang kondusif mampu menarik perusahaan global untuk berinvestasi dan berkembang.
Dalam sebuah unggahan di X, Wakil Ketua Menteri Sanghvi mengatakan, "Momen yang membanggakan bagi kisah pertumbuhan Gujarat, menyaksikan komitmen investasi penting yang akan membawa lapangan kerja, inovasi, dan pertumbuhan industri ke negara bagian ini. Kemitraan seperti ini menunjukkan bagaimana lingkungan yang kondusif dapat menarik perusahaan-perusahaan terkemuka untuk berinvestasi dan berkembang."
Produsen mobil terbesar di India, Maruti Suzuki, memulai operasinya pada 1983 dengan fasilitas produksi pertamanya di Gurugram, Haryana.
Selama bertahun-tahun, perusahaan telah memperluas jejak manufakturnya di seluruh India, termasuk fasilitas di Gurugram, Manesar, dan Kharkhoda di Haryana, dan baru-baru ini menggabungkan pabrik Gujarat ke dalam operasinya.
Produsen mobil ini berencana untuk meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 4 juta unit per tahun untuk memenuhi permintaan domestik yang terus meningkat dan melayani pasar internasional.
Maruti Suzuki sekarang memproduksi 17 model dan lebih dari 650 varian di seluruh fasilitas manufaktur ini. Perusahaan memproduksi lebih dari 2,25 juta unit pada tahun 2025, produksi tertinggi yang pernah dicapai dalam satu tahun kalender, menurut pernyataan perusahaan.
2025 merupakan tahun kedua berturut-turut perusahaan otomotif tersebut melampaui angka produksi tahunan 2 juta unit, termasuk kendaraan untuk penjualan domestik, ekspor, dan pasokan OEM (Original Equipment Manufacturer).
Lima model teratas berdasarkan volume produksi tahun lalu adalah Fronx, Baleno, Swift, Dzire, dan Ertiga, demikian pernyataan perusahaan sebelumnya.

















