Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

TelkomGroup Perpanjang Kolaborasi Mitratel–AALTO

TelkomGroup Perpanjang Kolaborasi Mitratel–AALTO
CEO Mitratel Theodorus Ardi Hartoko (kiri) dan CEO AALTO Hughes Boulnois (kanan) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada rangkaian agenda Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Senin (2/3). (dok. Telkom)
Intinya Sih
5W1H
  • Mitratel dan AALTO menandatangani perpanjangan MoU hingga 2027 untuk mengembangkan layanan konektivitas stratosfer berbasis teknologi HAPS dan memperkuat infrastruktur telekomunikasi nasional.
  • Kolaborasi ini menjadi langkah strategis TelkomGroup dalam memperluas jangkauan jaringan, terutama di wilayah 3T, serta mendukung kesiapan infrastruktur generasi berikutnya di Indonesia.
  • Kedua pihak akan melakukan evaluasi menyeluruh mencakup aspek bisnis, teknis, dan regulasi guna memastikan implementasi yang akuntabel serta memberikan nilai jangka panjang bagi ekosistem digital nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) dan AALTO HAPS Limited menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk melanjutkan pengembangan layanan konektivitas berbasis stratosfer dan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Senin (2/3).

Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah strategis TelkomGroup dalam mengeksplorasi konektivitas non-terestrial guna memperluas jangkauan dan meningkatkan keandalan jaringan nasional, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.

Dalam kerja sama tersebut, AALTO akan bertindak sebagai penyedia layanan konektivitas Stratospace sekaligus operator Stratocraft, termasuk penempatan dan pengelolaan solusi berbasis High Altitude Platform System (HAPS). Sementara itu, Mitratel sebagai operating company dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk akan mendukung implementasi melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur menara telekomunikasi.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari strategi TelkomGroup dalam menyiapkan fondasi next generation infrastructure yang melengkapi jaringan terestrial.

“Teknologi HAPS memiliki potensi untuk menjawab tantangan penyediaan layanan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), sejalan dengan kebutuhan pemerintah dan kebutuhan dasar masyarakat atas akses konektivitas yang merata. Selain itu, solusi ini juga dapat dimanfaatkan dalam situasi kebencanaan ketika infrastruktur terestrial mengalami gangguan,” ujarnya.

Ia menambahkan, TelkomGroup akan melanjutkan pengujian dan studi kelayakan secara komprehensif untuk memastikan kesiapan implementasi. “Setiap tahapan adopsi teknologi dijalankan secara prudent dengan mengedepankan tata kelola yang baik serta kepatuhan terhadap regulasi, sehingga dapat memberikan nilai jangka panjang bagi ekosistem digital nasional,” kata Seno.

Memperluas cakupan jaringan nasional

Foto 3 (1) (1).jpeg
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Mitratel dan AALTO. (dok. Telkom)

Adapun, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kesepahaman yang telah terjalin sejak 2023. Kedua pihak akan melakukan evaluasi menyeluruh yang mencakup aspek bisnis, finansial, teknis, operasional, komersial, hukum, dan regulasi untuk memastikan perencanaan dan pelaksanaan yang akuntabel.

CEO Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menyebut sinergi antara infrastruktur menara dan teknologi HAPS diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan memperluas cakupan jaringan nasional. “Kesepahaman ini memberikan landasan yang lebih kokoh bagi kedua pihak untuk menyusun peta jalan implementasi yang terukur dan berorientasi jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, CEO AALTO, Hughes Boulnois, mengatakan penguatan kerja sama berlangsung di tengah meningkatnya momentum komersial teknologi Stratospace. Ia menyoroti kemampuan platform Zephyr dalam menghadirkan konektivitas direct-to-device untuk menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses.

“Asia-Pasifik menjadi kawasan strategis bagi pertumbuhan AALTO dan bagian penting dari evolusi konektivitas global,” kata Hughes.

MoU tersebut diperpanjang hingga Oktober 2027. Kedua perusahaan akan terus mematangkan potensi integrasi teknologi HAPS dan infrastruktur telekomunikasi sebagai bagian dari upaya memperluas akses konektivitas dan mempercepat transformasi digital di Indonesia. (WEB)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridho Fauzan
EditorRidho Fauzan
Follow Us

Latest in Business

See More