Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Danantara dan mengubahnya menjadi lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekaligus bank khusus UMKM.
“Saya sedang propose ke Danantara, PNM kasih ke saya. Nanti saya akan jadikan PNM itu penyalur KUR,” ujarnya dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI, Senin (7/4).
Menurutnya, langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas penyaluran KUR yang selama ini dinilai masih menghadapi berbagai keluhan, seperti akses yang sulit dan penyaluran yang tidak merata.
Ia juga menyoroti tingginya biaya bunga dalam skema KUR melalui perbankan. “Kalau KUR yang lewat bank-bank itu kan, saya bayar bunga tuh sampai 18 persen, uangnya hilang setiap tahun Rp40 triliun,” kata Purbaya.
Apabila KUR disalurkan melaui PNM, ia berencana menyuntikkan dana sekitar Rp40 triliun per tahun ke PNM yang akan diubah menjadi bank UMKM. “Kalau saya injeksi 4–5 tahun berturut-turut, dia bisa jadi bank dengan modal Rp200 triliun. Itu sudah bank besar,” ujarnya.
Ke depan, bank hasil transformasi tersebut akan difokuskan sebagai bank UMKM. Purbaya juga berencana membangun ekosistem pendukung secara terintegrasi, mulai dari tim penasihat, fasilitas pelatihan, tim pemasaran, hingga penjaminan kredit.
Ia menambahkan, rencana tersebut telah disampaikan kepada Presiden dan masih memerlukan pembahasan lebih lanjut. “Jadi kalau boleh, kalau didukung oleh Komisi XI, saya akan eksekusi itu. Saya udah lapor ke Pak Presiden, dia bilang kalau bagus jalankan saja. Tapi kita sedang masih berunding dengan Danantara,” ujarnya.
Purbaya menilai, selama ini UMKM kerap dipuji sebagai penopang ekonomi saat krisis, namun belum diikuti kebijakan yang konsisten untuk mendorong mereka naik kelas. “Kita punya KUR bertahun-tahun, tapi UMKM yang naik kelas nggak ada. Banyak juga yang komplain aksesnya sulit dan yang dapat itu-itu saja,” katanya.
Sebagai konteks, PNM merupakan anak usaha dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang kini menjadi bagian dari Danantara.
