Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Restruksisasi Utang Whoosh Rampung, Purbaya: Segera Diumumkan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Rabu (22/4). Dok Fortune Indonesia
  • Pemerintah Indonesia dan Cina telah menuntaskan negosiasi restrukturisasi utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, dan hasilnya akan segera diumumkan secara resmi.
  • Pertemuan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Keuangan Cina Lan Foan di Washington DC menegaskan komitmen Indonesia menjaga kredibilitas dalam penyelesaian utang.
  • Proyek Whoosh yang dikelola PT KCIC mengalami pembengkakan biaya akibat lemahnya pengawasan, dengan total investasi mencapai US$7,27 miliar dan 75 persen dibiayai pinjaman dari China Development Bank.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa proses restrukturisasi utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh antara Indonesia dan Cina telah rampung.

"Sudah kelar, tinggal diumumkan," kata Purbaya di Jakarta, Rabu (22/4).

Purbaya mengatakan bahwa ia telah menemui Menteri Keuangan Cina, Lan Foan, di sela Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional dan Grup Bank Dunia (IMF-World Bank Group Spring Meeting) di Washington DC, Amerika Serikat untuk membahas restrukturisasi tersebut. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga hubungan bilateral Indonesia-Cina.

Menurutnya, pemerintah Cina tidak lagi khawatir mengenai komitmen Indonesia dalam menyelesaikan utang. "Jadi pihak Cina tidak perlu khawatir karena Indonesia tidak pernah melanggar janji. Itu kan kredibilitas kita yang kita jaga di dunia internasional,"ujarnya.

Meski demikian, Menkeu belum mengungkapkan detail hasil restrukturisasi dan mengatakan bahwa pengumuman resmi akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sebelumnya, Purbaya juga menyinggung proyek yang dikelola oleh PT KCIC itu mengalami pembengkakan biaya (cost overrun). Kondisi tersebut menyebabkan beban utang jumbo. Hal tersebut disebebkan oleh lemahnya monitoring proyek tersebut.

“Sebetulnya project-nya bagus, cuman tidak diawasi, sehingga ketika ada masalah, tidak ada yang menangani,” katanya.

Sebelumnya, pada November 2025, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab pembayaran utang Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun.

Jumlah investasi pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung menembus sekitar US$7,27 miliar. Dari total investasi tersebut, sekitar 75 persen dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan bunga sebesar 2 persen per tahun. Sisanya berasal dari kontribusi modal pemegang saham konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang terdiri dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan China Railway International Co. Ltd.

Dana digunakan untuk membangun jalur kereta sepanjang 142,3 kilometer, empat stasiun utama (Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar), serta sistem operasional berkecepatan tinggi dengan kecepatan maksimal hingga 350 km/jam.

Editorial Team