Comscore Tracker
SHARIA

Pemerintah Serap Rp5,87 T dari Lelang Enam Seri SBSN

Sukuk tenor pendek paling banyak diserap.

Pemerintah Serap Rp5,87 T dari Lelang Enam Seri SBSNIlustrasi sukuk. Shutterstock/Nor Sham Soyod

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah menyerap dana senilai Rp5,87 triliun dari lelang enam seri surat berharga syariah negara (SBSN) alias sukuk negara. total penawaran yang masuk dalam lelang melalui sistem Bank Indonesia (BI) ini sebesar Rp10,76 triliun.

Keenam seri sukuk negara yang dilelang adalah SPNS10012023 (reopening), PBS031 (reopening), PBS032 (reopening), PBS030 (reopening), PBS029 (reopening), dan PBS033 (reopening).

Perincian lelang sukuk

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, dalam siaran pers, Rabu (27/7) melaporkan total nominal terbesar diserap dari seri PBS031 senilai Rp4,8 triliun dari penawaran masuk Rp5,58 triliun. Seri ini memiliki tingkat imbalan yang ditawarkan sebesar empat persen dengan jatuh tempo pada 15 Juli 2024. 

Lalu seri PBS029 mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp2,42 triliun dengan jumlah nominal yang dimenangkan hanya Rp150 miliar. Pada sukuk negara seri ini tingkat imbalannya sebesar 6,375 persen dengan periode jatuh tempo pada 15 Maret 2034.

Adapun seri PBS033 mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp867 miliar dan hanya sebesar Rp90 miliar diantaranya dimenangkan. Padahal seri SBSN ini, tingkat imbalan yang ditawarkan sebesar 6,75 persen dengan periode jatuh tempo pada 15 Juni 2047.

Kemudian seri PBS032 mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp786 miliar dengan nominal yang dimenangkan sebesar Rp400 miliar. SBSN seri ini memiliki tingkat imbalan 4,875 persen dengan periode jatuh tempo pada 15 Juli 2026.

Selanjutnya, seri PBS030 mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp675 miliar, tetapi tidak ada jumlah yang dimenangkan pemerintah. Seri ini padahal memiliki tingkat imbalan sebesar 5,875 persen dengan periode jatuh tempo pada 15 Juli 2028.

Terakhir seri SPNS10012023 mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp433 miliar dengan seluruhnya dimenangkan oleh pemerintah. Adapun seri ini, tingkat imbalan yang diberikan adalah diskonto dengan periode jatuh tempo pada 10 Januari 2023.

Related Articles