Comscore Tracker
SHARIA

Integrasi Layanan BSI Bisa Topang Industri Halal Nasional

Layanan BSI yang terintegrasi dorong lebih banyak transaksi.

Integrasi Layanan BSI Bisa Topang Industri Halal NasionalShutterStock/CahyadiSugi

by Hendra Friana

Jakarta FORTUNE - Kepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M. Rizal Taufikurahman mengatakan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) berpotensi menjadi penopang industri halal nasional seiring dengan terintegrasinya  layanan transaksi keuangan mereka di seluruh jaringan perseroan. 

Pasalnya, BSI merupakan gabungan anak perusahaan dari bank-bank milik pemerintah, yakni PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah. Selain menjadi emiten bank syariah terbesar di Indonesia, masing-masing perusahaan yang membentuk BSI juga memiliki banyak keunggulan baik di korporasi, UMKM dan ritel.

"Tentu akan sangat banyak manfaat yang akan didapat dengan rampungnya integrasi baik bagi perseroan maupun ekonomi nasional secara menyeluruh. Ini tentu juga akan menjadi momentum peningkatan kinerja industri halal," ujar Rizal dalam keterangan resminya.

Sebagai informasi, BSI dalam waktu dekat akan melayani nasabah dan masyarakat di seluruh Indonesia dengan single system. Sebelumnya, perusahaan telah melakukan integrasi yang terdiri dari migrasi nasabah, layanan kartu ATM hingga layanan perbankan digital.

Menurut Rizal, kinerja BSI pasca integrasi memiliki prospek yang sangat cerah. Hal itu tak terlepas dari loyalitas nasabah muslim untuk meningkatkan efisiensi dana, dan meningkatkan daya saing margin pembiayaan.

Di sisi lain, potensi itu belum tergali optimal sebelum dilakukannya merger ketiga bank syariah pemerintah tersebut. Bayangkan saja, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga Januari 2021 total aset keuangan syariah hanya sekitar 9,6 persen dari total industri pasar keuangan di Tanah Air. Sementara, aset perbankan syariah hanya 6,4 persen terhadap total aset industri perbankan di Indonesia.

Padahal, Indonesia memiliki populasi muslim sekitar 80 persen dari total jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 250 juta jiwa. Namun pangsa pasar bank syariah pun hingga kini baru di kisaran 10 persen.

"Dengan demikian (hadirnya BSI dan rampungnya integrasi layanan) pelaku industri halal dapat meningkatkan kinerja dan nilai tambahnya lebih cepat guna mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi," imbuhnya.

Andalkan Ziswaf

Sementara itu, dalam paparan kinerja BSI kuartal III/2021, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan strategi BSI yang fokus pada digitalisasi, baik produk dan layanan kepada seluruh nasabahnya pasca penggabungan tiga bank syariah milik BUMN 1 Februari lalu, telah mampu mendorong pertumbuhan laba bersih perseroan.

Hingga kuartal III lalu, mencatat laba bersih sebesar Rp2,26 triliuntriliun atau tumbuh 37,01 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

BSI pun berkomitmen terus berinovasi dalam layanan jasa keuangan termasuk digital bangking ke depan, sehingga meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bertransaksi bagi seluruh nasabah dan dapat memenuhi kebutuhan umat. 

“Akselerasi digital menjadi salah satu fokus BSI dalam menggenjot bisnis. Hal ini tercermin dari transaksi kumulatif BSI Mobile yang mencapai 74,24 juta transaksi atau tumbuh 133 persen," ujar Heri, Kamis (28/10)?

Selain itu, perseroan juga mencatatkan kenaikan transaksi melalui e-channel pada September 2021 yang mencapai 162,40 juta transaksi atau 95 dari seluruh transaksi di BSI. "Sedangkan sisanya sebanyak 5 persen masih menggunakan layanan di teller,” jelas Hery.

Selain mendorong transaksi digital, BSI juga masuk ke ekosistem industri halal dengan memfasilitasi zakat, infaq, sedekah, dan waqaf (Ziswaf). Hingga September 2021 nilainya mencapai Rp72,48 miliar. Pendistribusian zakat berfokus pada pemberdayaan ekonomi, pendidikan dan BSI scholarship sebanyak 500 mahasiswa, BSI Care serta program 14 desa berdaya sejahtera Indonesia.

Di samping itu, BSI juga berkolaborasi dengan Istiqlal dalam mengembangkan Islamic Digital Ecocsystem. Lewat kerjasama ini, BSI akan menyiapkan layanan digitalisasi masjid untuk mempermudah akses seluruh masjid yang terintegrasi di bawah binaan Badan Pengelola Masjid Istiqlal dalam mengelola keuangan, termasuk pengumpulan dana masjid dan ZISWAF serta akses informasi kepada jamaah melalui aplikasi digital masjid.

Related Articles