Comscore Tracker
SHARIA

Fokus Kembangkan Produk, BSI Siap Layani Kustodian 

BSI kelola aset kustodian Rp15,6 triliun.

Fokus Kembangkan Produk, BSI Siap Layani Kustodian ShutterStock/CahyadiSugi

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menandatangani perjanjian kerja sama dengan tiga lembaga keuangan ,yaitu PT Reasuransi Syariah Indonesia, PT Reasuransi Nasional Indonesia dan PT Asuransi Takaful Keluarga. Kerja sama ini meliputi penunjukan BSI sebagai bank umum syariah penyedia jasa layanan kustodian untuk mengadministrasikan portfolio efek syariah nasabah. 

Direktur Wholesale and Transactional Banking BSI Kusman Yandi mengatakan, inisiasi sinergi tiga lembaga keuangan ini menjadi wujud komitmen dan semangat Bank Syariah Indonesia sebagai one stop financial solution bagi semua pemangku kepentingan. “Kami berharap, kerja sama ini menjadi sebuah strategi pengembangan ekosistem syariah melalui core business masing-masing perusahaan,” tutur Yandi melalui keterangan resminya di Jakarta, Jumat (24/9). 
 

Sediakan 2 layanan kustodian

Berbagai layanan juga disiapkan BSI di antaranya jasa layanan kustodian berupa safe keeping dan fund administration, serta layanan wali amanat untuk mewakili kepentingan investor dalam penerbitan sukuk. 

 Tidak terbatas pada layanan tersebut, kustodian BSI juga siap mengadministrasikan seluruh portfolio efek syariah di antaranya saham syariah, reksadana syariah, sukuk, dan instrumen investasi syariah lainnya yang dimiliki oleh bank, manajer investasi, asuransi, dana pensiun dan lembaga keuangan lainnya. Kustodian BSI sendiri juga telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan sejak tahun 2019.

BSI kelola aset kustodian Rp15,6 triliun

Hingga saat ini BSI telah mengelola asset under custody (AUC) atau aset kustodian sekitar Rp15,6 triliun. Melalui sinergi dengan PT Reasuransi Syariah Indonesia, PT Reasuransi Nasional Indonesia, dan PT Asuransi Takaful Keluarga, pengelolaan BSI diperkirakan bertambah sekitar Rp800 miliar. 

BSI memandang bahwa literasi dan inklusi perbankan syariah harus terus digencarkan, sehingga memerlukan sinergi dengan banyak pihak. Dengan adanya kerjasama ini, BSI berkomitmen untuk menjadi mitra terbaik bagi seluruh stakeholders dalam bertransaksi dan berinvestasi sesuai prinsip syariah serta mendukung perkembangan asuransi syariah di Indonesia,” tutur Kusman Yandi. 

Kerjasama dengan PMN

BSI juga terus fokus dalam pengembangan layanan. Pada kesempatan terpisah, BSI menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Perjanjian meliputi layanan payroll gaji, cash management serta akses pembiayaan konsumer BSI diantaranya BSI Griya, Multiguna Berkah, BSI Oto, Gadai dan Pembiayaan emas, haji dan umrah bagi seluruh pegawai PNM yang berjumlah lebih dari 6.000 pegawai.

Direktur Sales & Distribution Bank Syariah Indonesia, Anton Sukarna mengatakan bentuk kerja sama pemanfaatan produk jasa dari kedua belah pihak ini diharapkan mampu meningkatkan literasi dan inklusi perbankan syariah. “Kami berharap dapat memberikan akses layanan syariah yang seluas-luasnya, edukasi keuangan syariah, dan kedepannya diharapkan terjalin kerjasama lainnya yang mendorong potensi ekonomi syariah dan industri halal yang berkelanjutan”, ujar Anton Sukarna. 

Related Topics

Related Articles