Jakarta, FORTUNE – Apple memasuki pasar ponsel lipat untuk pertama kalinya. Perusahaan resmi memperkenalkan iPhone Duo pada Kamis (10/9), sekaligus membuka kategori baru dalam lini iPhone yang telah dikembangkan hampir dua dekade.
iPhone Duo hadir dengan desain dua layar, chip A20 Pro, serta sistem kamera ganda 48 megapiksel. Perangkat ini ditawarkan mulai US$1.999 atau sekitar Rp34,999 juta untuk varian penyimpanan 256 GB.
"Serangkaian inovasi luar biasa yang kami yakini akan mengubah pengalaman menggunakan ponsel lipat. Inilah, iPhone Duo," kata CEO Apple John Ternus dalam acara peluncuran yang disiarkan secara daring, Kamis (10/9).
Apple membekali iPhone Duo dengan layar luar berukuran 5,4 inci dan layar utama 7,6 inci ketika perangkat dibuka. Layar luar tersebut memiliki area sekitar 90 persen dari layar iPhone 18 Pro, sedangkan layar dalam sekitar 50 persen lebih besar dibandingkan iPhone 18 Pro Max.
Kedua layar memiliki rasio aspek yang sama sehingga tampilan dapat menyesuaikan ketika pengguna berpindah dari layar luar ke layar utama. Apple juga menyematkan ProMotion, Always-On Display, serta tingkat kecerahan puncak hingga 3.000 nit.
Untuk mengurangi pantulan dan silau, layar utama menggunakan kaca nano-texture. Apple juga merancang struktur layar berlapis dengan kaca berkekuatan tinggi pada bagian atas dan bawah panel serta perekat yang memungkinkan lapisan bergerak ketika layar ditekuk.
Perangkat tersebut turut mendukung Apple Pencil USB-C untuk mencatat, menggambar, maupun memberi tanda pada dokumen. Untuk autentikasi, Apple menggunakan Touch ID yang terintegrasi pada tombol samping.
Dari sisi material, bodi iPhone Duo menggunakan titanium grade 5. Sistem engselnya terdiri dari lebih dari 100 komponen untuk mengatur mekanisme buka-tutup sekaligus menopang bagian tengah layar saat perangkat dibentangkan.
Apple melindungi bagian belakang dengan Ceramic Shield, sementara layar luar menggunakan Ceramic Shield 2 yang diklaim tiga kali lebih tahan gores dibandingkan generasi sebelumnya. Perangkat tersebut juga memiliki sertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap air dan debu.
Kehadiran iPhone Duo menjadi perubahan desain terbesar dalam sejarah iPhone sekaligus langkah Apple memasuki pasar ponsel lipat premium.
Namun, debut tersebut belum langsung disambut antusias oleh pasar saham. Saham Apple dengan kode AAPL tercatat melemah 1,17 persen ke US$316,22 menjelang peluncuran, menurut data yang dikutip BeInCrypto.
Pada akhir perdagangan hari pengumuman, AAPL ditutup di US$315,34, turun 0,28 persen dengan volume transaksi sekitar 64,9 juta saham, atau 2 persen di atas rata-rata tiga bulan terakhir, berdasarkan laporan Motley Fool.
Motley Fool menilai respons pasar terhadap iPhone lipat dan peningkatan Siri cenderung "muted" atau datar. Investor masih menimbang potensi produk baru tersebut sekaligus menunggu arah strategi kecerdasan buatan Apple.
Salah satu perhatian pasar adalah tekanan terhadap margin. Kenaikan harga iPhone 18 Pro sebesar US$100 dinilai belum tentu mampu mengimbangi kenaikan biaya komponen, terutama memori yang juga menekan industri smartphone secara luas.
Di tengah sentimen tersebut, sejumlah lembaga riset masih mempertahankan pandangan positif terhadap Apple dalam jangka panjang. HSBC mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga US$366. Saham Apple juga masih berada dekat level tertinggi dalam 52 minggu terakhir, menurut data yang dikutip BeInCrypto.
Citi memperkirakan iPhone lipat Apple dapat terjual sekitar 7,3 juta unit meski harganya mendekati US$2.000. Proyeksi tersebut menunjukkan potensi permintaan untuk perangkat lipat premium, meski kategorinya masih relatif kecil dibandingkan keseluruhan pasar smartphone.
