Xiaomi Kantongi Pendapatan RMB108,9 Miliar, Segmen Smartphone jadi Penopang

Xiaomi membukukan pendapatan RMB108,9 miliar pada kuartal II-2026, naik 9,9 persen secara kuartalan, dengan laba bersih disesuaikan RMB6,2 miliar.
Segmen Smartphone × AIoT menyumbang RMB84 miliar, sementara pengiriman ponsel Xiaomi bertahan di tiga besar global dan layanan internet mencatat pendapatan RMB9 miliar.
Bisnis smart EV, AI, dan inisiatif baru meraih RMB24,9 miliar, tumbuh 17,1 persen tahunan; pengiriman Xiaomi EV mencapai 104.199 unit.
Jakarta, FORTUNE – Xiaomi Corporation membukukan total pendapatan RMB108,9 miliar atau setara Rp287,24 triliun pada kuartal II-2026. Capaian ini tumbuh 9,9 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter). Kinerja manufaktur pintar asal Tiongkok ini didorong oleh solidnya segmen smartphone dan AIoT, serta akselerasi pertumbuhan pada lini kendaraan listrik pintar (smart EV).
Dari total pendapatan tersebut, perseroan mengantongi laba bersih konsolidasi yang disesuaikan sebesar RMB6,2 miliar atau sekitar Rp16,35 triliun. Angka profitabilitas ini naik 2,4 persen secara kuartalan, sekaligus membuktikan ketahanan operasional Xiaomi di tengah ketidakpastian pasar global.
Untuk memperkuat kepemimpinan teknologi jangka panjang, Xiaomi mengalokasikan belanja riset dan pengembangan (R&D) sebesar RMB9,2 miliar (Rp24,27 triliun) pada kuartal II-2026.
Nilai investasi ini melonjak 18,9 persen secara tahunan (year-on-year). Akumulasi belanja R&D perseroan pada semester I-2026 pun menembus lebih dari RMB18 miliar (Rp47,48 triliun).
Lini bisnis Smartphone × AIoT tetap menjadi kontributor utama dengan menyumbang pendapatan RMB84 miliar (Rp221,59 triliun). Dari jumlah tersebut, bisnis smartphone berkontribusi RMB42,1 miliar (Rp111 triliun).
Volume pengiriman smartphone global Xiaomi bertahan pada posisi tiga besar dunia. Sementara itu, bisnis layanan internet mengantongi pendapatan RMB9,0 miliar (Rp23,74 triliun), ditopang oleh rekor baru jumlah pengguna aktif bulanan (MAU) global.
Laporan riset Omdia mengonfirmasi pangsa pasar pengapalan smartphone Xiaomi berada pada peringkat tiga besar di 53 negara dan wilayah. Merek ini juga berada pada posisi lima besar di 67 negara dan wilayah, serta menempati urutan ke-2 di kawasan Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah.
“Industri smartphone menghadapi tekanan luas akibat kenaikan signifikan pada biaya memori. Namun, Xiaomi secara proaktif mengoptimalkan komposisi produk dan strategi penetapan harganya,” demikian hasil analisis Omdia melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Senin (31/8).
Di sisi lain, segmen bisnis smart EV, AI, dan inisiatif baru menjaga momentum ekspansi dengan total pendapatan RMB24,9 miliar (Rp65,68 triliun) pada kuartal II-2026, melesat 17,1 persen (YoY). Pengiriman kendaraan Xiaomi EV menyentuh 104.199 unit dalam satu kuartal, tumbuh 28,2 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
Berdasarkan data BitAuto, Xiaomi SU7 Series menempati peringkat ke-1 penjualan sedan listrik berharga RMB200.000 (Rp527,6 juta) di Tiongkok Daratan pada semester I-2026.
Xiaomi EV terus memperluas portofolionya. Usai meluncurkan Xiaomi SU7 Series dan Xiaomi YU7 Series, grup memperkenalkan Xiaomi SkyNomad Series hingga varian SUV extended-range.















