Pasar Derivatif Kripto Capai Rp4,4 Triliun, PINTU Perkuat Layanan Futures

- PINTU meluncurkan Pintu Futures Lite untuk trader pemula hingga menengah yang ingin mengenal perdagangan derivatif kripto dengan leverage.
- Pengguna dapat membuka transaksi melalui pilihan Long atau Short, menentukan margin dan leverage, lalu mengatur TP dan SL.
- Nilai perdagangan derivatif Indonesia mencapai Rp4,4 triliun per April 2026, sementara PINTU mengingatkan risiko kehilangan seluruh modal.
Jakarta, FORTUNE - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), perusahaan penyedia platform investasi aset kripto yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperluas bisnisnya di pasar derivatif aset kripto dengan meluncurkan Pintu Futures Lite, fitur trading derivatif yang menyasar trader pemula hingga menengah.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan derivatif kriptp baik secara global maupun di dalam negeri.
Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan, Futures Lite dikembangkan sebagai alternatif bagi pengguna yang ingin mulai mengenal perdagangan derivatif dengan leverage, di samping layanan Pintu Futures Pro yang menyasar pengguna dengan pengalaman trading lebih lanjut.
“PINTU menghadirkan fitur Pintu Futures Lite sebagai pintu masuk bagi trader pemula maupun menengah yang ingin memulai trading derivatif kripto menggunakan leverage,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (20/8).
Pintu Futures Lite dirancang dengan alur transaksi yang sederhana dan dapat dilakukan dalam tiga langkah. Pengguna cukup memilih posisi Long atau Short, menentukan margin dan leverage hingga 25 kali, kemudian mengatur Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL) setelah posisi dibuka. Fitur ini ditujukan untuk memudahkan pengguna, terutama yang baru mengenal trading derivatif dengan leverage.
Alur tiga langkah ini dibuat agar transaksi derivatif kripto lebih mudah, terutama bagi pengguna yang baru pertama kali mencoba instrumen investasi yang menggunakan leverage.
“Dengan kemudahan yang kami tawarkan melalui Pintu Futures Lite dapat mendorong peningkatan adopsi dan inklusi terhadap trading derivatif kripto,” ujar Andy.
Pasar Derivatif Makin Besar

Default Image Perdagangan derivatif kripto global masih mencatat volume lebih besar dibandingkan pasar spot. Berdasarkan data 2026 Q2 Crypto Industry Report dari CoinGecko, total volume perdagangan derivatif pada kuartal II 2026 tercatat sebesar US$12,7 triliun, sementara perdagangan spot tercatat US$1,95 triliun.
Di Indonesia, data bursa kripto CFX menunjukkan nilai perdagangan pasar derivatif mencapai Rp4,4 triliun per April 2026.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu pertimbangan PINTU untuk memperluas layanan derivatif. Namun, perusahaan menyadari bahwa peningkatan akses terhadap produk berleverage juga harus diikuti dengan edukasi dan pengelolaan risiko.
PINTU menyatakan akan mengembangkan fitur edukasi terintegrasi serta menambah pilihan aset yang dapat diperdagangkan melalui Futures Lite.
Andy menjelaskan bahwa perdagangan futures menggunakan leverage memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kehilangan seluruh modal.
“Trading futures dengan leverage memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kehilangan seluruh modal,” ujarnya.
Karena itu, PINTU mengimbau pengguna melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) dan memahami risiko sebelum melakukan transaksi.




















