Techsauce Global Summit 2026 Kumpulkan Pelaku Teknologi dari 60 Negara

- Techsauce Global Summit 2026 di Bangkok mempertemukan pelaku teknologi, investor, korporasi, dan pembuat kebijakan dari 60 negara untuk membahas ekonomi digital Asia Tenggara.
- Acara diikuti lebih dari 1.000 eksekutif C-suite dan 500 investor, dengan business matching menghasilkan lebih dari 1.500 pertemuan untuk investasi serta kolaborasi kawasan.
- Pembahasan menyoroti strategi AI, perubahan rantai pasok, dan Healthspan Economy; Thailand mendorong layanan kesehatan preventif berbasis AI dan genomika.
Bangkok, FORTUNE — Techsauce Global Summit 2026 mempertemukan pelaku teknologi, investor, pemimpin korporasi, dan pembuat kebijakan dari 60 negara untuk membahas perkembangan teknologi serta peluang ekonomi digital di Asia Tenggara.
Konferensi yang digelar di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, pada 2026 ini mengusung tema “The Race to the NEXT...”. Acara tersebut diikuti lebih dari 1.000 eksekutif C-suite dan 500 investor. Program business matching juga menghasilkan lebih dari 1.500 pertemuan yang ditujukan untuk membuka peluang investasi dan kolaborasi di kawasan.
Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan perubahan rantai pasok global menjadi salah satu konteks utama pembahasan. Para peserta mendiskusikan penerapan AI dalam operasional perusahaan, pengembangan industri berbasis teknologi, serta penguatan kerja sama lintas pasar.
CEO sekaligus Co-Founder Techsauce Oranuch Lerdsuwankij mengatakan perubahan rantai pasok global dan perkembangan teknologi memberikan peluang bagi Asia Tenggara untuk berkembang dari basis manufaktur menjadi salah satu pusat inovasi dan modal global.
“‘NEXT’ adalah tentang memanfaatkan peluang ini. Asia Tenggara siap membantu membentuk tatanan global baru,” kata Oranuch (28/8).
AI Masuk Strategi Bisnis
AI menjadi salah satu topik utama dalam agenda konferensi. Dalam sesi keynote mengenai perusahaan “AI-Native”, Dr. Kai-Fu Lee, pionir AI, investor, dan mantan eksekutif Google China, membahas bagaimana penurunan biaya AI memperluas peluang transformasi bisnis.
Menurut Lee, perusahaan perlu melihat AI tidak hanya sebagai perangkat atau teknologi individual, tetapi juga mempertimbangkan kembali cara organisasi bekerja. Pendekatan yang ia paparkan menggabungkan sistem multi-agen dengan peningkatan akuntabilitas individu.
Dalam model tersebut, AI dapat mengambil porsi pekerjaan eksekusi yang lebih besar, sementara manusia berfokus pada visi, penilaian, kreativitas, dan kepercayaan. Ia menekankan bahwa keberhasilan adopsi AI juga bergantung pada kepemimpinan, talenta, serta desain organisasi.
Teknologi dan Kebijakan
Pembahasan lain dalam konferensi mencakup Healthspan Economy, yang mempertemukan perkembangan teknologi dengan industri kesehatan dan kebijakan publik.
Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Pattana Promphat menyampaikan ambisi Thailand untuk menjadi pusat longevity di Asia. Strategi tersebut antara lain memanfaatkan AI dan genomika untuk mendorong layanan kesehatan preventif dan personal.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Riset dan Inovasi Thailand, Professor Dr. Yodchanan Wongsawat, mengatakan pemerintah siap menerjemahkan berbagai pembahasan dalam konferensi ke dalam kebijakan.
“Techsauce bukan lagi sekadar konferensi; ini adalah platform yang patut dibanggakan Thailand,” ujarnya.
Techsauce menyebut hasil pertemuan dalam konferensi tersebut diharapkan berlanjut dalam bentuk investasi, adopsi teknologi, dan kemitraan di berbagai negara Asia Tenggara.




















