iPhone Duo Diburu, Produksi Apple Terganjal Engsel

- Analis Jeff Pu memangkas proyeksi produksi iPhone Duo 2026 dari 7 juta menjadi sekitar 6 juta unit akibat kendala pasokan engsel yang memperlambat manufaktur.
- Engsel layar lipat menjadi komponen krusial dan kompleks; Apple memakai AI, pemindaian laser, serta pencetakan 3D untuk presisi, setelah uji sebelumnya juga menghadapi masalah keandalan.
- iPhone Duo seharga mulai US$1.999 dibuka pre-order 16 Oktober 2026 dan dikirim mulai 23 Oktober; permintaan diperkirakan sekitar 6 juta unit, jauh di bawah iPhone 18 Pro.
Jakarta, FORTUNE – iPhone Duo, ponsel lipat pertama Apple, berpotensi menghadapi persoalan pasokan ketika mulai dijual bulan depan. Bukan karena permintaan yang rendah, melainkan kemampuan produksi yang diperkirakan belum mampu mengejar potensi minat konsumen terhadap perangkat baru tersebut.
Analis Apple, Jeff Pu, memangkas perkiraan produksi iPhone Duo sepanjang 2026 menjadi sekitar 6 juta unit, dari proyeksi sebelumnya sebanyak 7 juta unit. Kendala produksi engsel (hinge) disebut menjadi penyebab utama penurunan estimasi tersebut.
Laporan 9to5Mac yang mengutip catatan riset Pu menyebut revisi tersebut berkaitan dengan “hinge constraints” yang memperlambat produksi. Apple sendiri belum mengungkapkan jumlah unit iPhone Duo yang akan diproduksi.
Engsel menjadi komponen krusial pada perangkat layar lipat karena harus memungkinkan layar dibuka dan ditutup berulang kali sekaligus menjaga ketahanan dan presisi perangkat. Kompleksitas komponen tersebut membuat kapasitas produksinya menjadi salah satu tantangan utama dalam meningkatkan volume perangkat lipat.
Apple sendiri menonjolkan teknologi engsel pada iPhone Duo. Dalam pengembangan perangkat tersebut, Apple mengatakan proses manufakturnya menggunakan algoritma AI untuk mencocokkan setiap engsel dengan housing yang sesuai. Sistem laser kemudian memindai setiap unit, sementara proses pencetakan 3D digunakan untuk membentuk lapisan material secara presisi.
Tantangan pada engsel juga bukan persoalan yang baru muncul setelah peluncuran. Laporan MacRumors pada Mei menyebut produksi percobaan perangkat lipat Apple sebelumnya menghadapi kendala rekayasa yang berkaitan dengan keandalan engsel dalam pengujian buka-tutup berulang.
Jika estimasi Pu terealisasi, skala produksi iPhone Duo akan jauh di bawah model iPhone kelas atas lainnya. Ia memperkirakan pengiriman gabungan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dapat mencapai sekitar 72 juta unit hingga akhir 2026.
Dengan demikian, volume iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max diperkirakan sekitar 12 kali lebih besar dibandingkan iPhone Duo. Perbedaan itu menggambarkan tantangan Apple dalam meningkatkan produksi perangkat dengan desain layar lipat ke skala yang mendekati lini iPhone konvensional.
Di sisi permintaan, kondisi iPhone Duo justru berbeda. Reuters melaporkan analis memperkirakan sekitar enam juta unit iPhone lipat Apple dapat terjual pada 2026, didorong antara lain oleh permintaan yang terpendam dari pengguna setia Apple. Reuters juga mencatat pasar ponsel lipat secara keseluruhan masih diproyeksikan menjadi ceruk, dengan pangsa kurang dari 3 persen dari penjualan smartphone global pada 2026.
iPhone Duo sendiri membawa perubahan besar pada desain iPhone. Ketika dibuka, perangkat memiliki layar internal 7,6 inci, sementara layar eksternalnya berukuran 5,4 inci ketika perangkat dilipat. Apple menyebut layar internal tersebut sebagai layar terbesar yang pernah digunakan pada iPhone.
Perangkat ini dibanderol mulai US$1.999 untuk varian penyimpanan 256GB. Harga tersebut menjadikannya salah satu produk iPhone paling premium, sekaligus menempatkannya jauh di atas model iPhone konvensional.
Apple membuka pemesanan awal iPhone Duo pada 16 Oktober 2026. Penjualan dan pengiriman perdana dijadwalkan mulai 23 Oktober. Jadwal tersebut dikonfirmasi Apple dalam pengumuman resminya.
Dengan waktu menuju peluncuran yang semakin dekat, kapasitas produksi menjadi faktor penting dalam menentukan ketersediaan perangkat. Jika estimasi Pu akurat, Apple hanya memiliki sekitar tiga bulan terakhir pada 2026 untuk memproduksi hingga enam juta unit.
Bagi Apple, tantangannya bukan hanya memperkenalkan kategori baru ke dalam lini iPhone, tetapi juga memastikan rantai pasokan mampu menghasilkan perangkat tersebut dalam jumlah yang sebanding dengan potensi permintaannya.


















